Rektor Unila Dorong Kampus Bangun Budaya Mutu Berkelanjutan

  • 29 Sep 2026 18:33 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Universitas Lampung menyelenggarakan bimbingan teknis tentang strategi penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai respons terhadap dinamika regulasi kementerian terbaru.
  • Kegiatan dibuka oleh Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani dengan Prof. Ari Purbayanto, Ph.D. sebagai narasumber utama untuk membahas penguatan SPMI dalam akreditasi.
  • Bimbingan teknis dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Wilayah Lampung, tim akreditasi, dan tim revisi dokumen SPMI untuk memperkuat tata kelola mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Universitas Lampung atau Unila mendorong perguruan tinggi membangun budaya mutu secara berkelanjutan melalui penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal atau SPMI. Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis bertajuk “Strategi Penguatan SPMI dalam Akreditasi Berdasarkan Peraturan Mendiktisaintek Terbaru”, Selasa, 29 September 2026. Kegiatan ini menjadi respons terhadap dinamika regulasi kementerian sekaligus momentum memperkuat tata kelola mutu pendidikan tinggi.

Bimtek dibuka oleh Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani, dan menghadirkan Prof. Ari Purbayanto, Ph.D. sebagai narasumber. Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Wilayah Lampung, jajaran wakil rektor, dekan, Direktur Pascasarjana, Sekretaris SPI, kepala lembaga, tim akreditasi, serta Tim Revisi Dokumen SPMI Unila.

Dalam sambutannya, Lusmeilia menegaskan penjaminan mutu perguruan tinggi tidak sebatas pemenuhan dokumen administratif. Menurutnya, SPMI perlu menjadi bagian dari tata kelola kampus untuk memastikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi berjalan secara terukur, dievaluasi, dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

“SPMI harus menjadi instrumen hidup dalam tata kelola sehari-hari, bukan sekadar persiapan menghadapi asesmen akreditasi,” ujarnya.

Lusmeilia mengatakan perubahan regulasi perlu diterjemahkan perguruan tinggi ke dalam kebijakan, standar, mekanisme pelaksanaan, evaluasi, dan peningkatan mutu. Ia menilai pemahaman terhadap regulasi saja belum cukup jika tidak diikuti penerapan dalam tata kelola institusi. Karena itu, penguatan SPMI dinilai penting untuk membangun budaya mutu yang berjalan secara konsisten.

Bagi Unila, Bimtek tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat proses revisi dan penyempurnaan dokumen SPMI. Penyempurnaan dilakukan untuk memastikan sistem penjaminan mutu internal dapat mendukung keandalan tata kelola kampus. Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.

Sementara itu, Prof. Ari Purbayanto memberikan perspektif strategis mengenai penyusunan dokumen SPMI. Materi yang disampaikan mencakup langkah konkret dalam merancang dokumen yang adaptif, operasional, dan selaras dengan instrumen akreditasi kementerian terbaru. Pembahasan tersebut diharapkan dapat membantu perguruan tinggi menyesuaikan sistem penjaminan mutu dengan perkembangan regulasi.

Melalui kegiatan tersebut, Unila terus mendorong penguatan mutu pendidikan tinggi di wilayah Lampung dan Sumatera bagian selatan. Penguatan SPMI diharapkan tidak berhenti pada penyempurnaan dokumen, tetapi menjadi bagian dari praktik tata kelola perguruan tinggi sehari-hari. Dengan budaya mutu yang berkelanjutan, perguruan tinggi diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memberikan dampak bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....