Jadi Green Lantern, Aaron Pierre Ungkap Trauma Rasial Karakternya

  • 31 Agt 2026 20:52 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Episode ketiga serial Lanterns di HBO Max menampilkan cerita emosional yang menggali latar belakang ras kulit hitam dalam karakter John Stewart yang diperankan Aaron Pierre.
  • Aaron Pierre dan Jasmine Cephas Jones berbagi perspektif tentang bagaimana identitas ras menjadi bagian integral dari pengembangan karakter mereka dalam serial superhero ini.
  • Serial Lanterns menghadirkan representasi cerita superhero dengan dimensi sosial yang lebih dalam, melampaui action dan visual spektakuler saja.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Serial superhero Lanterns yang tayang di HBO Max kembali mencuri perhatian lewat episode ketiga yang emosional. Aaron Pierre, pemeran John Stewart — calon Green Lantern dalam serial tersebut — bersama Jasmine Cephas Jones yang memerankan sang ibu, Bernadette, mengungkap bagaimana latar belakang ras kulit hitam menjadi inti dari perjalanan karakter mereka.

Ditempa Sejak Kecil, Bukan Pilihan Sendiri

Episode ini memperlihatkan kilas balik masa kecil John Stewart yang penuh tekanan. Ayahnya, John Stewart Sr. (J. Alphonse Nicholson), pernah diuji para Guardian namun gagal karena menunjukkan rasa takut. Sejak saat itu, kedua orang tuanya bertekad menjadikan John sebagai kandidat sempurna pengganti Hal Jordan (Kyle Chandler).

Metode pengasuhan mereka terbilang ekstrem — menembak apel di atas kepala John, meninggalkannya sendirian di kawasan berbahaya, hingga berbohong bahwa para Guardian selalu mengawasinya melalui burung-burung di sekitarnya.

"Saya benar-benar ingin menampilkan sisi militan dari karakter ini," ujar Jones. "Ia mengambil keputusan itu sejak John masih sangat muda, dan itulah takdirnya. Apa pun yang terjadi, ia akan tetap pada keputusan itu."

Ketakutan yang Diwariskan Sejarah

Momen paling menyentuh hadir ketika sang ibu berkata kepada John muda: "Kadang, seorang pria kulit hitam harus mengangkat tangannya sendiri. Bukan berarti kamu tidak cukup baik. Bukan berarti kamu tidak lebih baik. Hanya saja mereka tidak melihat kita."

Jones menjelaskan bahwa pesan tersebut bukan sekadar fiksi. "Pentingnya hidup tanpa rasa takut di masyarakat, apalagi sebagai orang kulit berwarna di negeri ini — ketakutan itu sudah tertanam dalam garis keturunan kita," katanya. "Itu bagian penting yang harus dibahas. Bagaimana kita mencabutnya demi menjadikan John seorang Green Lantern?"

Nicholson menambahkan, "Ini nyata. Kita semua ingin melarikan diri, tapi kadang pertanyaan-pertanyaan itu perlu dijawab, bahkan dalam dunia fiksi sekalipun. Penulis yang hebat memberi ruang untuk percakapan itu."

Pierre: Setiap Pilihan John Punya Makna

Bagi Aaron Pierre, memahami bahwa seluruh hidup John — termasuk keputusannya bergabung dengan Marinir dan mengisolasi diri dari orang-orang terdekat — adalah bagian dari satu tujuan besar, membantu dirinya membangun dinamika yang kuat bersama Kyle Chandler sejak awal.

"Ia memiliki pengalaman hidup yang luar biasa kaya, melebihi orang-orang yang usianya dua atau tiga kali lipat darinya," kata Pierre.

Titik balik episode ini terjadi saat John mengambil alih kendali dengan menembak apel di atas kepala ibunya — membuktikan bahwa ia telah menjadi sosok yang selama ini ditempa oleh kedua orang tuanya.

"Ia melangkah ke jalurnya sendiri dan menunjukkan betapa beraninya ia," ujar Nicholson. "Ia menunjukkan kepercayaan diri yang luar biasa, dan sebagai ayahnya, saya bangga telah mengajarkan itu sejak dini."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....