Rahasia di Balik Kecanduan Gadget Ala McLuhan

  • 31 Agt 2026 15:25 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Marshall McLuhan, akademisi Kanada, memprediksi lebih dari enam dekade lalu bahwa teknologi akan membentuk cara manusia berpikir dan berperilaku melalui konsep determinisme teknologi.
  • Gagasan determinisme teknologi McLuhan dilahirkan pada tahun 1962 dalam karyanya 'The Gutenberg Galaxy: The Making of Typographic Man' yang masih relevan hingga hari ini.
  • Teknologi menurut McLuhan bukan sekadar alat bantu manusia, melainkan kekuatan yang membentuk cara berpikir, perilaku, dan tatanan sosial masyarakat modern.

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Coba hitung, sudah berapa kali tangan Anda meraih ponsel sejak bangun tidur tadi pagi? Bagi banyak orang, jawabannya mungkin puluhan kali tanpa sadar. Fenomena inilah yang sebenarnya sudah diprediksi oleh seorang pemikir media asal Kanada lebih dari enam dekade lalu, dan penjelasannya ternyata masih sangat relevan hingga hari ini.

Adalah Marshall McLuhan, akademisi yang pada 1962 melahirkan gagasan determinisme teknologi lewat karyanya The Gutenberg Galaxy: The Making of Typographic Man. Dalam tulisannya, McLuhan mengungkap satu pandangan yang terdengar sederhana namun berdampak besar: teknologi bukan sekadar alat bantu manusia, melainkan kekuatan yang membentuk cara manusia berpikir, berperilaku, bahkan menyusun tatanan sosialnya.

Teknologi Sebagai "Pencipta Budaya"

Menurut McLuhan, media dan teknologi komunikasi tidak berdiri netral di tengah masyarakat. Ia berperan aktif sebagai pencipta sekaligus pengelola budaya. Artinya, kebiasaan, nilai, hingga pola interaksi sosial yang berkembang di masyarakat sesungguhnya adalah hasil dari teknologi yang mereka gunakan sehari-hari.

Teori yang kemudian dikenal luas dengan sebutan technological determinism ini menegaskan bahwa teknologi memainkan peran menentukan dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain, bukan manusia yang sepenuhnya mengendalikan teknologi, melainkan teknologi yang justru banyak menentukan arah kehidupan manusia, mulai dari cara berkomunikasi, bekerja, hingga bersosialisasi.

McLuhan menyoroti bahwa teknologi komunikasi menjadi penyebab utama terjadinya perubahan budaya di tengah masyarakat. Setiap kali muncul teknologi media baru, struktur sosial dan nilai budaya masyarakat pun ikut bergeser mengikutinya.

Struktur Masyarakat Bergerak Mengikuti Teknologi

Inti dari determinisme teknologi terletak pada satu keyakinan: struktur masyarakat sangat bergantung pada perkembangan teknologi, dan keduanya bergerak beriringan. Semakin canggih teknologi yang digunakan, semakin besar pula pengaruhnya dalam mengubah relasi sosial dan nilai-nilai yang dianut masyarakat.

Teori ini juga meyakini bahwa teknologi memiliki kekuatan untuk menguasai dan mengendalikan arah masyarakat. Perubahan sosial yang terjadi bukan semata inisiatif manusia, melainkan lebih banyak didorong oleh inovasi teknologi yang terus berkembang. Organisasi sosial dan kebudayaan yang tumbuh di tengah masyarakat, menurut McLuhan, pada dasarnya merupakan buah dari produksi teknologi dan komunikasi yang tak pernah berhenti berinovasi.

Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari

Gagasan McLuhan ini bukan sekadar teori di atas kertas. Jejaknya bisa ditemukan dengan mudah dalam keseharian masyarakat modern, di antaranya:

  • Kehadiran smartphone yang mengubah total cara manusia berkomunikasi, dari surat dan telepon rumah menjadi pesan instan dan panggilan video kapan saja.
  • Media sosial yang membentuk pola interaksi baru, di mana eksistensi seseorang kini turut diukur dari jumlah pengikut, tayangan, dan interaksi digital.
  • Layanan streaming yang menggeser kebiasaan menonton bersama keluarga di depan televisi menjadi kebiasaan menonton sendiri-sendiri lewat gawai masing-masing.
  • Aplikasi belanja dan transportasi online yang mengubah pola konsumsi masyarakat, dari berbelanja langsung ke toko menjadi cukup dengan beberapa kali ketukan di layar.
  • Sistem kerja jarak jauh (remote work) yang lahir dari teknologi konferensi video, mengubah relasi antara pekerja, kantor, bahkan konsep ruang dan waktu kerja itu sendiri.

Semua contoh tersebut menunjukkan bagaimana teknologi tidak hanya memudahkan aktivitas manusia, tetapi juga membentuk ulang kebiasaan, nilai, dan struktur sosial yang berlaku di masyarakat, persis seperti yang diprediksi McLuhan lebih dari 60 tahun silam.

Relevansi di Era Digital

Di tengah derasnya arus digitalisasi saat ini, teori determinisme teknologi McLuhan justru semakin terasa nyata. Kecerdasan buatan, media sosial, hingga ekosistem digital lainnya terus membentuk ulang cara masyarakat berpikir dan berinteraksi, sebuah bukti bahwa pemikiran McLuhan tentang teknologi sebagai kekuatan pembentuk budaya masih menjadi kacamata penting untuk memahami perubahan sosial di era modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....