Polinela Perkuat Kurikulum Teknologi Akuakultur di Era Digital
- 28 Agt 2026 13:25 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Program Studi Teknologi Akuakultur, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menyelenggarakan Lokakarya Kurikulum dengan tema “Transformasi Kompetensi Lulusan Akuakultur di Era Smart Aquaculture, Digitalisasi, dan Green Blue Economy”, pada Rabu 26 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya program studi untuk memperkuat dan menyempurnakan kurikulum agar mampu merespons perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Kegiatan diikuti oleh dosen, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), dan tenaga kependidikan di lingkungan Jurusan Perikanan dan Kelautan Polinela. Lokakarya menghadirkan tiga praktisi sebagai narasumber, yaitu Waiso, S.Pi., Cht. dari Forum Komunikasi Praktisi Akuakultur (FKPA) Lampung, Irine, S.Pt., M.Si. dari PT Central Proteina Prima Tbk dan PT Central Pertiwi Bahari, serta Teguh Setyono, S.Si. dari PT Dua Putra Perkasa.
Koordinator Program Studi Teknologi Akuakultur, Dr. Nur Indariyanti, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa lokakarya menjadi momentum bagi program studi untuk memperoleh masukan langsung dari praktisi mengenai perkembangan dan kebutuhan kompetensi di sektor akuakultur. Hal senada disampaikan Ketua Jurusan Perikanan dan Kelautan Polinela, Pindo Witoko, S.Pi., M.P., yang menekankan pentingnya ruang dialog antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam pengembangan pendidikan vokasi. Sambutan sekaligus pembukaan kegiatan disampaikan oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kurikulum pendidikan vokasi perlu memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam sesi pemaparan, para praktisi memberikan masukan mengenai kompetensi lulusan yang dibutuhkan dunia kerja, meliputi penguasaan teknis akuakultur, pemahaman proses produksi, analisis data, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Pembahasan juga menyoroti penerapan smart aquaculture melalui digitalisasi, otomasi, sensor, Internet of Things (IoT), dan analisis data untuk mendukung efisiensi, monitoring, dan pengambilan keputusan, dengan tetap berlandaskan pada pemahaman fundamental akuakultur.
Selain aspek teknologi, kompetensi lulusan juga perlu mencakup efisiensi produksi, pengelolaan usaha, kualitas, dan keberlanjutan lingkungan dalam perspektif green blue economy. Masukan tersebut menjadi dasar bagi Program Studi Teknologi Akuakultur Polinela dalam memperkuat kurikulum yang berorientasi pada kompetensi teknis, literasi digital dan data, problem solving, kolaborasi, adaptasi teknologi, serta keberlanjutan, sehingga lulusan lebih kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....