Kucing Manul, Si Kucing Liar Berwajah Unik

  • 22 Jul 2026 16:02 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kucing Manul atau yang juga dikenal sebagai kucing Pallas merupakan salah satu spesies kucing liar yang memiliki penampilan paling khas di dunia.Dilansir dari laman idntimes.com, satwa dengan nama ilmiah Otocolobus manul ini berasal dari kawasan Asia Tengah dan dikenal berkat wajah datarnya, ekspresi yang terlihat galak, serta bulu tebal yang membuat tubuhnya tampak lebih besar dibanding ukuran sebenarnya.

Meski sekilas terlihat seperti kucing rumahan berbulu panjang, Manul memiliki sejumlah ciri fisik yang membedakannya. Telinganya berukuran kecil dan berada di sisi kepala, matanya bulat dengan pupil yang tetap membulat meski terkena cahaya terang, serta bulunya sangat lebat untuk melindungi tubuh dari suhu dingin di habitat alaminya.

Kucing Pallas hidup di daerah pegunungan, padang rumput, dan kawasan berbatu di sejumlah negara seperti Mongolia, Kazakhstan, Tibet, hingga wilayah Himalaya. Warna bulunya yang didominasi abu-abu kecokelatan dengan pola samar menjadi kamuflase alami yang membantu satwa ini bersembunyi dari predator maupun saat mengintai mangsa.

Dalam mencari makan, Manul mengandalkan strategi menyergap. Hewan ini biasanya berdiam diri di balik bebatuan atau semak sebelum menerkam mangsanya. Tikus, pika, burung, dan mamalia kecil lainnya menjadi sumber makanan utama bagi predator berukuran sedang tersebut.

Kucing liar ini juga memiliki sifat soliter atau lebih senang hidup sendiri. Mereka umumnya hanya berinteraksi dengan sesamanya ketika memasuki musim kawin. Di habitat alami, usia hidup Manul dapat mencapai lebih dari satu dekade, sedangkan di penangkaran umurnya bisa lebih panjang apabila memperoleh perawatan yang sesuai.

Walaupun memiliki wajah yang menggemaskan dan sering menjadi perhatian di media sosial, Manul bukanlah satwa yang cocok dipelihara. Naluri liarnya masih sangat kuat sehingga berpotensi bersikap agresif jika dipelihara di luar habitat aslinya. Selain itu, upaya memelihara satwa liar juga dapat mengganggu kelestarian populasinya di alam.

Keberadaan kucing Pallas kini menghadapi berbagai ancaman, mulai dari penyusutan habitat akibat aktivitas manusia hingga perburuan liar. Karena itu, berbagai program konservasi terus dilakukan untuk menjaga populasi spesies ini agar tetap lestari. Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya melindungi satwa liar juga menjadi langkah penting agar kucing Manul tetap dapat hidup di habitat alaminya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....