Jangan Takut Digantikan! Pakar Sebut AI Cuma Alat Bantu, Manusia Tetap Bosnya

  • 27 Jun 2026 20:29 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung : Kehadiran teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) belakangan ini kerap memicu kekhawatiran di tengah masyarakat terkait potensi hilangnya berbagai bidang pekerjaan. Menanggapi fenomena tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Komputer IIB Darmajaya, Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu menyikapi perkembangan teknologi ini secara berlebihan atau dengan rasa takut. Dalam program acara "Obrolan Dawah Khani" yang disiarkan oleh RRI PRO 4 Bandar Lampung 88.5 FM, topik mengenai "Kecerdasan Buatan (AI) dan Pergeseran Pasar Tenaga Kerja" dikupas secara mendalam bersama host Nona Ria Kharisma.

Menurut Prof. Muhammad Said Hasibuan, kunci utama dalam menghadapi era disrupsi digital ini adalah kendali yang tetap berada di tangan manusia. AI sejatinya diciptakan bukan untuk menggantikan posisi manusia sepenuhnya, melainkan sebagai alat bantu yang sangat kuat untuk mengoptimalkan berbagai aktivitas. Ia menambahkan bahwa masyarakat justru harus mampu mengendalikan teknologi tersebut guna membantu mempermudah, mempercepat, serta mengefisiensikan pekerjaan sehari-hari.

"Kita tidak perlu khawatir dengan kehadiran AI. Justru, kitalah yang harus mampu mengendalikannya untuk membantu mempermudah dan mempercepat pekerjaan kita sehari-hari," ujarnya.

Lebih lanjut, dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa pergeseran pasar tenaga kerja memang merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Namun, tantangan ini harus dilihat sebagai peluang besar untuk bertransformasi dengan cara terus mengasah kompetensi yang tidak dimiliki oleh mesin, seperti kreativitas, empati, dan pemikiran strategis. Melalui kolaborasi yang tepat antara keahlian manusia dan sistem AI, produktivitas kerja justru akan meningkat pesat, sehingga masyarakat diimbau untuk terus belajar beradaptasi agar teknologi ini dapat menjadi mitra kerja yang solutif, bukan sebuah ancaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....