Kemenag Dorong Dosen UIN Raden Intan Lampung Tingkatkan Proposal Riset 2026

  • 24 Jun 2026 11:32 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mendorong peningkatan kapasitas penelitian dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung melalui sosialisasi Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Ministry of Religious Affairs–The Awakened Indonesia Research Funds (MoRA The AIR Funds), yang digelar di Gedung Academic and Research Center UIN RIL.

Kegiatan yang diinisiasi Pusat Penelitian LP2M UIN RIL tersebut menghadirkan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag RI, Dr. Ruchman Basori, serta Ketua Tim Kerja Investasi, Kerja Sama, dan Riset Puspenma Kemenag RI, Hendro Dwi Antoro. Turut hadir jajaran pimpinan universitas, guru besar, dosen, serta perwakilan dari UIN Metro dan UIN Raden Fatah Palembang.

Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. Wan Jamaluddin, mengatakan pada 2025 sebanyak lima kelompok peneliti UIN RIL berhasil memperoleh pendanaan melalui program MoRA The AIR Funds dengan total nilai sekitar Rp2,8 miliar.

Menurutnya, penelitian merupakan salah satu pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berperan penting dalam menghasilkan pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Melalui penelitian, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, keagamaan, ekonomi, lingkungan, dan kemanusiaan,” ujarnya, Rabu, 24 Juni 2026.

Ia berharap jumlah proposal yang lolos pendanaan pada 2026 dapat meningkat sehingga semakin memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan kampus.

“Kami berharap jumlah proposal yang berhasil memperoleh pendanaan Riset Indonesia Bangkit tahun 2026 dapat terus meningkat sehingga mampu memperkuat budaya riset, menghasilkan inovasi yang bermanfaat, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” jelasnya.

Kepala Puspenma Kemenag RI, Ruchman Basori, menilai capaian lima tim peneliti penerima hibah pada 2025 sudah baik, namun masih perlu ditingkatkan. Ia menargetkan sedikitnya 10 tim peneliti UIN RIL dapat memperoleh pendanaan riset pada 2026.

“Jangan hanya lima tim. Tahun depan harus meningkat. Targetnya setidaknya 10 tim. Karena dampaknya bukan hanya soal dana yang diterima, tetapi bagaimana menghasilkan karya-karya besar yang menjadikan kampus semakin kredibel,” katanya.

Menurut Ruchman, program pendanaan riset Kemenag merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi keagamaan dalam menghasilkan inovasi, publikasi ilmiah bereputasi, hak kekayaan intelektual, hingga model pengembangan masyarakat yang berdampak luas.

Selain meningkatkan jumlah proposal, Kemenag juga mendorong dosen memperluas jejaring penelitian dengan perguruan tinggi dan lembaga riset internasional.

“Kerja sama riset harus terus diperluas. Kita harus mulai berani menembus kolaborasi dengan negara-negara seperti Rusia dan Jerman,” ujar Ruchman.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas penelitian melalui empat prinsip utama, yakni kesucian intelektual, finansial, biologis, dan ideologis.

Sementara itu, Hendro Dwi Antoro menyebut capaian lima tim penerima hibah dari UIN RIL pada 2025 menjadi salah satu yang terbesar di wilayah Sumatera. Ia berharap semakin banyak penelitian yang mampu menghasilkan inovasi dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam sosialisasi tersebut, Hendro juga menjelaskan tahapan Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit, mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, seleksi substansi, reviu anggaran dan luaran, hingga penetapan penerima pendanaan.

Ia mengingatkan bahwa pendaftaran program pendanaan riset Kementerian Agama tahun 2026 akan ditutup pada 24 Juni 2026 pukul 17.00 WIB.

Melalui program ini, Kemenag berharap semakin banyak dosen menghasilkan proposal berkualitas, memperkuat kolaborasi riset, meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah, serta melahirkan inovasi yang berkontribusi bagi pembangunan nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....