Tujuh Hewan dengan Usia Terpanjang di Dunia
- 25 Mei 2026 09:31 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Keanekaragaman satwa di Bumi menyimpan banyak fakta menarik, salah satunya terkait usia hidup. Tidak seperti manusia yang umumnya hidup puluhan tahun, sejumlah hewan diketahui mampu bertahan hidup selama ratusan hingga ribuan tahun. Bahkan, beberapa spesies disebut memiliki kemampuan biologis yang membuatnya seolah tidak mengalami penuaan.
Dilansir dari laman nationalgeographic.grid.id. Salah satu hewan dengan usia fantastis adalah hiu Greenland (Somniosus microcephalus). Predator laut yang hidup di wilayah Arktik dan Atlantik Utara ini diperkirakan memiliki umur minimal sekitar 272 tahun. Berdasarkan penelitian ilmiah, beberapa individu hiu Greenland diduga dapat mencapai usia mendekati 400 tahun.
Hewan laut lain yang memiliki umur panjang ialah cacing tabung laut dalam Escarpia laminata. Spesies ini hidup di dasar laut pada area rembesan dingin atau cold seeps. Para peneliti memperkirakan cacing tersebut mampu hidup hingga 200 tahun, bahkan ada yang berusia lebih dari 300 tahun berkat metabolisme tubuh yang lambat.
Dari kelompok moluska, kerang quahog laut (Arctica islandica) juga termasuk penghuni laut berumur panjang. Seekor kerang yang dikenal dengan nama “Ming” ditemukan di sekitar perairan Islandia dan diperkirakan telah bertahan hidup selama lebih dari lima abad. Lingkungan laut yang dingin diyakini berperan dalam memperlambat proses biologis tubuhnya.
Tidak hanya itu, beberapa organisme laut dalam juga mencatat usia yang sangat ekstrem. Karang hitam yang ditemukan di perairan Hawaii diperkirakan berumur lebih dari 4.000 tahun. Sementara spons kaca jenis Monorhaphis chuni dipercaya mampu hidup hingga sekitar 11.000 tahun, menjadikannya salah satu makhluk hidup tertua yang diketahui ilmuwan.
Fenomena unik juga terlihat pada ubur-ubur Turritopsis dohrnii yang kerap disebut “ubur-ubur abadi”. Hewan ini memiliki kemampuan kembali ke fase perkembangan awal saat mengalami tekanan, kelaparan, atau cedera. Proses tersebut membuatnya dapat mengulang siklus hidup dan menghindari penuaan biologis.
Selain itu, ada Hydra, hewan kecil tanpa tulang belakang yang dikenal karena kemampuan regenerasinya. Sel-sel dalam tubuh Hydra terus memperbarui diri sehingga hampir tidak menunjukkan gejala penuaan. Walaupun tetap dapat mati akibat faktor eksternal seperti penyakit atau predator, hewan ini dianggap memiliki potensi hidup tanpa batas usia.
Keberadaan hewan-hewan berumur panjang tersebut menjadi bahan kajian penting bagi dunia sains. Para peneliti mempelajari mekanisme biologis yang memungkinkan mereka bertahan sangat lama, dengan harapan dapat membantu memahami proses penuaan pada manusia di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....