Indosat Hadang 2 Miliar Spam dan Scam

  • 09 Feb 2026 16:17 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) memperkuat perlindungan ruang digital pelanggan melalui fitur Anti-Spam dan Anti-Scam berbasis kecerdasan artifisial (AI). Enam bulan sejak diluncurkan, sistem ini berhasil mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan yang terindikasi spam maupun scam.

Dikembangkan bersama mitra teknologi strategis Tanla melalui platform Wisely AI, sistem ini disebut mampu melindungi 100% pelanggan secara konsisten dari berbagai potensi penipuan digital yang kian marak.

Ancaman digital sendiri terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan ponsel sebagai sarana komunikasi, transaksi, hingga aktivitas ekonomi. Data internal Indosat mencatat sebagian besar ancaman berasal dari modus penipuan OTP, phishing, dan undian palsu, dengan jalur utama melalui SMS dan panggilan suara. Aktivitas mencurigakan juga meningkat pada periode tertentu, seperti menjelang hari raya, musim belanja daring, hingga masa pencairan bantuan sosial.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria mengapresiasi langkah Indosat dalam memerangi scam dan spam di Indonesia.

“Kami mengapresiasi upaya yang dilakukan Indosat dalam memerangi scam dan spam di Indonesia. Hal ini menjadi contoh nyata pemanfaatan AI yang tepat guna bagi perlindungan konsumen. Kami mendorong pelaku industri untuk mengimplementasikan hal serupa demi terciptanya ekosistem digital yang lebih aman,” kata Nezar.

Selain menghalau ancaman, fitur ini juga mendorong partisipasi pelanggan dalam pencegahan. Indosat mencatat lebih dari 2,5 juta orang telah mengaktifkan aplikasi ponsel untuk peningkatan pengalaman, sekaligus melaporkan lebih dari 124.000 nomor yang terindikasi digunakan untuk aksi penipuan.

Dari sisi dampak, perlindungan ini membantu pelanggan terhindar dari risiko kehilangan dana, gangguan usaha, hingga penyalahgunaan data pribadi. Manfaatnya dirasakan signifikan terutama oleh segmen UMKM, lansia, dan pelanggan di wilayah dengan tingkat kerawanan lebih tinggi. Indosat menyebut sistem ini turut mencegah potensi kerugian finansial hingga US$ 500 juta, serta membuat lebih dari 95% pelanggan merasa lebih terlindungi.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha menegaskan, penguatan fitur tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan nyata pelanggan.

“Kami melihat bahwa ponsel telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui kolaborasi dengan mitra teknologi seperti Tanla, kami menghadirkan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif. Teknologi AI di jaringan kami membantu menyaring ancaman sebelum berdampak pada pelanggan,” jelas Vikram, dalam keterangan yang diterima RRI, Senin 9 Februari 2026 di Bandarlampung.

Sebagai mitra strategis Indosat, Tanla mengembangkan sistem deteksi berbasis AI yang adaptif terhadap pola kejahatan digital. Sistem ini disebut memiliki tingkat akurasi hingga 99% dan terus disempurnakan melalui pembelajaran data secara berkelanjutan.

Founder Chairman & CEO of Tanla Platforms Uday Reddy menyebut kolaborasi ini sebagai upaya bersama dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Melalui Wisely AI, kami membantu melindungi masyarakat Indonesia dan mendorong adaptasi digital di penjuru negeri. Kami juga terbuka untuk masukan dan senang dengan kesempatan yang diberikan untuk turut membantu memberdayakan masa depan digital Indonesia,” ujar Uday.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....