Eva Dwiana Tegaskan Sekolah Siger Selamatkan Anak Putus
- 29 Jan 2026 10:35 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan pendirian Sekolah Siger bertujuan menyelamatkan ribuan anak agar tetap mendapatkan hak pendidikan dan tidak putus sekolah.
Pernyataan itu disampaikan Eva Dwiana saat memberikan sambutan dalam sebuah kegiatan di SMP Negeri 31 Bandar Lampung, Senin, 26 Januari 2026. Di hadapan para guru, camat, lurah, dan undangan, ia menekankan pendirian Sekolah Siger melalui Yayasan Siger Prakarsa Bunda telah dilakukan sesuai prosedur resmi dan diketahui DPRD Kota Bandar Lampung.
“Agar anak-anak bisa sekolah, semuanya melalui proses. Kami tidak menutup diri menerima masukan dari siapa pun yang memahami aturan. DPR juga tahu dan ini sudah dianggarkan, tidak mungkin anggaran pendidikan dibuat sembarangan,” ujar Eva.
Ia menjelaskan Pemerintah Kota Bandar Lampung memanfaatkan sejumlah sekolah dasar yang sudah tidak terpakai untuk mendukung operasional Sekolah Siger. Seluruh fasilitas pendidikan yang diberikan kepada peserta didik disiapkan secara gratis.
“Ini tugas pemerintah. Anak-anak kami sekolahkan gratis, kami berikan fasilitas. Apa itu salah?” ucap Eva dengan nada emosional.
Eva juga menyampaikan para camat dan lurah ditugaskan turun langsung ke lapangan untuk mendata serta membujuk anak-anak yang telah dua hingga tiga tahun tidak bersekolah agar kembali mengenyam pendidikan melalui Sekolah Siger.
“Harapan kami tidak ada lagi anak putus sekolah di Bandar Lampung. Camat dan lurah memantau langsung, mendatangi anak-anak yang belum atau tidak mau sekolah,” katanya.
Di tengah beredarnya spekulasi publik terkait legalitas Sekolah Siger dan isu dana hibah, Yayasan Siger Prakarsa Bunda turut memberikan penjelasan. Yayasan menilai polemik yang berkembang berpotensi mengaburkan tujuan utama pendirian SMA Siger 1 dan SMA Siger 2, yakni menyelamatkan anak-anak putus sekolah di Kota Bandar Lampung.
Eva Dwiana berharap seluruh pihak dapat melihat program Sekolah Siger secara objektif dan menjaga semangat kebersamaan demi masa depan pendidikan serta kesejahteraan masyarakat.
“Kalau bukan kita yang memperjuangkan anak-anak ini, siapa lagi?” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....