Kini Beli Unta Bisa lewat Aplikasi

  • 31 Agt 2026 23:18 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Startup Hign Al Khaleej dari Al Ain meluncurkan aplikasi dan platform web untuk transaksi unta secara daring pada akhir 2024.
  • Platform telah menarik lebih dari 15.000 pengguna pada tahun 2025 dengan 3.300 unta dari negara-negara Teluk yang terdaftar untuk dijual.
  • Inovasi ini memungkinkan masyarakat untuk membeli, menjual, dan mengikuti lelang unta tanpa harus bertemu langsung secara fisik.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Startup asal Al Ain, Hign Al Khaleej, menghadirkan aplikasi dan platform web yang memungkinkan masyarakat membeli, menjual, hingga mengikuti lelang unta secara daring.

Platform yang diluncurkan pada akhir 2024 itu telah memiliki lebih dari 15.000 pengguna pada 2025. Saat ini, sekitar 3.300 unta dari berbagai negara Teluk tercatat dalam daftar penjualan.

Pendiri sekaligus CEO Hign Al Khaleej, Jaber Al Ahbabi, mengatakan digitalisasi diperlukan karena perdagangan unta selama ini masih dilakukan dengan cara konvensional dan membutuhkan waktu serta biaya besar.

Menurutnya, penjual biasanya harus membawa unta menggunakan kendaraan dalam perjalanan jauh untuk menemui calon pembeli, tanpa ada jaminan transaksi akan terjadi.

Hal serupa juga dialami pembeli. Mereka harus melakukan perjalanan ke lokasi peternakan atau pasar unta yang umumnya berada di kawasan gurun. Bahkan, calon pembeli dari luar UEA terkadang harus terbang ke negara lain hanya untuk melihat langsung unta yang hendak dibeli.

Melalui Hign Al Khaleej, informasi mengenai unta dapat dilihat terlebih dahulu secara digital. Setiap hewan yang ditawarkan dilengkapi informasi seperti usia, riwayat pembiakan, hingga riwayat kesehatan.

Pengguna juga diwajibkan memasukkan nomor telepon dan identitas resmi pemerintah. Sistem tersebut dirancang untuk memberikan informasi dasar sekaligus meningkatkan keamanan transaksi.

Unta Bernilai Tinggi

Perdagangan unta menjadi bisnis yang cukup besar di kawasan Teluk. Unta tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk produksi susu, daging, kulit, dan wol.

Di masa kini, unta juga memiliki nilai ekonomi tinggi dalam olahraga balap serta kontes kecantikan unta.

Di Abu Dhabi, tempat Al Ain berada, populasi unta diperkirakan mencapai sekitar 500.000 ekor.

Nilai seekor unta juga dapat mencapai ratusan ribu dolar. Dalam sebuah lelang di Abu Dhabi pada 2025, sebanyak 15 unta terjual dengan nilai total sekitar 1,77 juta dirham Uni Emirat Arab atau sekitar 500.000 dolar AS.

Salah satu unta bahkan terjual seharga 500.000 dirham atau sekitar 136.000 dolar AS setelah melalui persaingan penawaran yang sengit.

Untuk unta berkualitas tinggi, terutama yang memiliki prestasi balap atau garis keturunan unggul, harganya dapat mencapai jutaan dolar.

Besarnya nilai ekonomi tersebut turut didukung oleh popularitas balap dan kontes kecantikan unta di kawasan Teluk. Pada Festival Unta Al Dhafra tahun ini, hadiah yang diperebutkan dalam kompetisi kecantikan unta mencapai 97 juta dirham atau sekitar 26,4 juta dolar AS.

Dari Pasar Tradisional ke Digital

Hign Al Khaleej kini tidak hanya menyediakan layanan jual beli. Pengguna juga dapat membeli pakan dan obat-obatan untuk unta serta menemukan berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan industri tersebut, seperti pelatih dan penggembala.

Sekitar 3.000 transaksi penjualan unta disebut telah berlangsung melalui platform tersebut.

Pertumbuhan tersebut membuat Al Ahbabi mulai membuka peluang kerja sama dengan investor untuk mengembangkan bisnisnya. Sebelumnya, ia mengaku berhati-hati menerima investasi eksternal karena tidak memiliki latar belakang industri teknologi dan enggan mengambil pinjaman.

Pada Mei 2026, Hign Al Khaleej terpilih sebagai salah satu dari 17 perusahaan di Al Ain yang mengikuti program pengembangan startup yang digelar Hub71 bersama Khalifa Fund for Enterprise Development.

Dalam acara demo day pada Juli 2026, startup tersebut meraih posisi ketiga dan memperoleh dukungan dalam bentuk fasilitas senilai 40.000 dirham atau sekitar 10.000 dolar AS.

Al Ahbabi menargetkan Hign Al Khaleej menjadi pusat perdagangan digital terbesar untuk segala kebutuhan yang berkaitan dengan unta.

Ia ingin masyarakat yang membutuhkan unta, pakan, obat-obatan, maupun layanan terkait cukup mengakses satu platform.

Perkembangan ini menunjukkan bagaimana teknologi digital mulai masuk ke sektor yang selama berabad-abad lekat dengan tradisi dan budaya masyarakat Teluk.

Perdagangan unta yang sebelumnya identik dengan pasar gurun dan transaksi langsung, kini perlahan menemukan bentuk baru melalui teknologi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....