Meta Bayar Rp291 Triliun, Aturan Anak Diperketat
- 31 Agt 2026 23:17 WIB
- Bandar Lampung
Poin Utama
- Meta sepakat membayar sekitar 18 miliar dolar AS atau sekitar Rp291 triliun sebagai bagian dari penyelesaian gugatan terkait dampak platform terhadap kesehatan mental remaja.
- Perusahaan akan mengubah sejumlah fitur pada Facebook dan Instagram untuk meningkatkan perlindungan pengguna remaja dari risiko kesehatan mental.
- Kesepakatan ini melibatkan puluhan negara bagian di Amerika Serikat dan dianggap sebagai salah satu langkah terbesar dalam menangani dampak negatif media sosial terhadap anak-anak.
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Meta sepakat membayar sekitar 18 miliar dolar AS atau sekitar Rp291 triliun dan mengubah sejumlah fitur Facebook serta Instagram untuk melindungi pengguna remaja. Kesepakatan ini menjadi salah satu langkah terbesar dalam penanganan dampak media sosial terhadap kesehatan mental anak.
Kesepakatan tersebut dicapai Meta bersama puluhan negara bagian di Amerika Serikat setelah perusahaan menghadapi gugatan terkait dugaan kontribusi platform media sosial terhadap krisis kesehatan mental anak dan remaja.
Selain pembayaran kompensasi, Meta diwajibkan melakukan sejumlah perubahan pada platformnya. Pelaksanaan perubahan tersebut nantinya akan diawasi auditor independen, sehingga perusahaan tidak lagi sepenuhnya menentukan sendiri efektivitas kebijakan keselamatan bagi pengguna muda.
Jaksa Agung California Rob Bonta menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah transformatif karena menghadirkan mekanisme pengawasan dan penegakan yang lebih kuat.
Meski demikian, Meta tidak mengakui kesalahan atau pelanggaran hukum dalam kesepakatan tersebut.
Aturan Baru untuk Pengguna Remaja
Berdasarkan kesepakatan, pengguna berusia 13 hingga 17 tahun akan menghadapi sejumlah pembatasan baru di Facebook dan Instagram.
Salah satunya adalah batas penggunaan selama dua jam per hari. Meta juga akan menerapkan "Night Mode", yang membuat sejumlah fitur aplikasi tidak dapat digunakan antara tengah malam hingga pukul 06.00.
Selain itu, tersedia "School Mode" yang membatasi notifikasi selama jam sekolah. Pengaturan tersebut hanya dapat diubah oleh orang tua.
Meta juga akan menonaktifkan secara default jumlah tanda suka atau like pada konten remaja. Perusahaan turut menghapus akses terhadap sejumlah filter kecantikan yang dinilai dapat memperkuat standar penampilan tidak realistis pada pengguna muda.
Remaja juga akan memiliki pilihan untuk menonaktifkan fitur autoplay, sehingga video tidak otomatis diputar ketika aplikasi dibuka.
Mereka juga dapat memilih tampilan beranda yang tidak menggunakan rekomendasi berdasarkan algoritma.
Meta diberi waktu enam bulan untuk menerapkan seluruh perubahan tersebut.
Tantangan Verifikasi Usia
Efektivitas kebijakan baru itu sangat bergantung pada kemampuan Meta mengidentifikasi pengguna yang masih berusia di bawah umur.
Karena itu, kesepakatan mewajibkan Meta menerapkan teknologi verifikasi usia, baik menggunakan sistem internal maupun layanan dari pihak ketiga.
Meta menyatakan akan memperkuat teknologi untuk mendeteksi pengguna remaja yang memberikan informasi usia tidak benar serta mencegah anak di bawah 13 tahun menggunakan platformnya.
Namun, perusahaan juga menilai toko aplikasi seperti Apple dan Google seharusnya ikut bertanggung jawab dalam proses verifikasi usia pengguna.
Sejumlah pengamat keselamatan digital menilai langkah Meta merupakan kemajuan, tetapi belum cukup. Salah satu kritiknya adalah fitur paling aman tidak otomatis menjadi pengaturan standar bagi seluruh pengguna remaja.
Dalam kesepakatan tersebut, misalnya, remaja masih dapat memilih feed tanpa rekomendasi algoritmik. Namun, pengaturan standar tetap menggunakan sistem personalisasi yang menjadi bagian penting dari model bisnis Meta.
Dampak terhadap Bisnis Meta
Dari sisi keuangan, nilai kesepakatan 18 miliar dolar AS relatif kecil dibandingkan skala bisnis Meta yang memiliki nilai sekitar 1,5 triliun dolar AS.
Pembayaran juga tidak dilakukan sekaligus. Meta akan membayarkan kompensasi tersebut secara bertahap selama 10 tahun untuk mendukung program kesehatan mental anak dan pelatihan keselamatan digital di negara-negara bagian yang terlibat.
Meta bahkan menyatakan hanya akan membayar sekitar 70 persen dari nilai kesepakatan jika TikTok dan YouTube tidak ikut bergabung dan memberikan kontribusi sekitar 6 miliar dolar AS masing-masing.
Bagi Meta, risiko finansial yang lebih besar justru berasal dari ratusan perkara lain yang masih berjalan. Gugatan tersebut melibatkan individu, sekolah, serta pemerintah negara bagian lainnya.
Florida menjadi salah satu negara bagian yang tidak bergabung dalam kesepakatan. Jaksa Agung Florida James Uthmeier menilai nilai pembayaran tersebut tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan fitur media sosial yang dianggap mendorong penggunaan berlebihan pada anak.
TikTok dan YouTube Bisa Menghadapi Tekanan
Kesepakatan dengan Meta juga berpotensi meningkatkan tekanan terhadap platform lain, terutama TikTok dan YouTube.
Rob Bonta menyatakan negara-negara bagian siap mengambil langkah hukum apabila kedua platform tersebut tidak bersedia mengikuti perubahan yang sama.
Jika TikTok dan YouTube akhirnya menerapkan kebijakan serupa, kesepakatan ini berpotensi menjadi standar baru mengenai perlindungan anak di platform media sosial.
Namun, jika tidak ada regulasi federal yang berlaku secara luas, perubahan tersebut masih akan bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan dan hasil gugatan hukum berikutnya.
Penggunaan Remaja Bisa Berdampak pada Pendapatan
Pembatasan penggunaan media sosial berpotensi mengurangi waktu yang dihabiskan remaja di platform Meta. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi pendapatan perusahaan dari iklan.
Riset Forrester memperkirakan Meta memperoleh sekitar 11 miliar dolar AS per tahun dari pengguna di bawah umur. Namun, analis menilai dampaknya terhadap keseluruhan bisnis Meta kemungkinan masih dapat dikelola karena perusahaan memiliki sumber pendapatan lain.
Di sisi lain, investor tampaknya belum menganggap kesepakatan tersebut sebagai ancaman besar. Saham Meta ditutup menguat lebih dari satu persen pada Rabu setelah pengumuman kesepakatan.
Analis William Blair Ralph Schackart menilai kesepakatan tersebut justru mengurangi ketidakpastian terkait potensi denda yang jauh lebih besar jika Meta kalah dalam persidangan.
Ke depan, perhatian investor diperkirakan akan semakin tertuju pada kinerja fundamental Meta, terutama ketika perusahaan mulai mengalihkan fokus bisnisnya ke pengembangan kecerdasan buatan.
Dengan demikian, kesepakatan senilai 18 miliar dolar AS ini belum tentu menjadi akhir persoalan bagi Meta. Ratusan perkara lain masih menunggu penyelesaian, sementara tekanan agar pemerintah Amerika Serikat membuat aturan keselamatan anak yang berlaku untuk seluruh platform media sosial terus meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....