Bill Gates Dorong Pembatasan Pengembangan AI

  • 31 Agt 2026 23:18 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Bill Gates mendorong pembatasan pengembangan AI untuk mencegah dampak negatif yang melampaui manfaatnya bagi manusia.
  • Gates menyampaikan pandangan tersebut melalui esai sepanjang sekitar 6.000 kata yang berjudul
  • Perkembangan AI yang sangat pesat berpotensi membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia menurut pandangan pendiri Microsoft tersebut.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Pendiri Microsoft, Bill Gates, mendorong adanya pembatasan terhadap pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mencegah dampak negatif teknologi tersebut melampaui manfaatnya bagi manusia.

Gates menyampaikan pandangan tersebut melalui esai sepanjang sekitar 6.000 kata berjudul “The Turbulent AI Era Is Here. The Choices We Make Now Are Critical.” Ia menilai perkembangan AI yang sangat pesat berpotensi membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia.

“AI akan menjadi penyetara terbesar yang pernah diciptakan, atau menjadi sumber ketidakadilan terburuk,” kata Gates dalam esainya.

Menurut Gates, revolusi teknologi AI akan memberikan dampak yang jauh lebih besar terhadap masyarakat dibandingkan revolusi komputer pribadi yang berkembang pesat pada abad lalu.

Ia memperingatkan bahwa transisi menuju era AI dapat menjadi salah satu periode paling penuh gejolak dalam sejarah manusia. Menurutnya, para pemimpin, pakar, dan masyarakat belum sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi berbagai konsekuensi perkembangan teknologi tersebut.

“Bahkan dalam kondisi terbaik, transisi menuju era AI baru ini akan menjadi salah satu masa paling penuh gejolak dalam sejarah manusia,” ujarnya.

AI Bawa Manfaat dan Risiko

Gates mengakui AI memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat bagi berbagai sektor, termasuk pertanian dan kesehatan. Teknologi tersebut, kata dia, dapat membantu menghasilkan terobosan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit.

Namun, perkembangan AI juga membawa sejumlah risiko serius. Salah satunya adalah meningkatnya pengangguran akibat pekerjaan manusia yang semakin banyak digantikan teknologi.

Gates juga menyoroti potensi dampak AI terhadap perkembangan pendidikan dan sosial anak. Selain itu, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melakukan tindakan yang membahayakan manusia.

Risiko lainnya muncul ketika sistem AI semakin canggih dan mampu menjalankan tindakan secara lebih mandiri.

“Ketika model AI menjadi semakin kuat, mereka dapat mulai bertindak melawan kepentingan kita dan kita bisa kehilangan kendali,” kata Gates.

Gates Usulkan Pajak AI

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Gates mengusulkan sejumlah langkah, termasuk mengenakan pajak terhadap AI atau robot yang menggantikan tenaga manusia.

Menurutnya, pajak tersebut dapat diberlakukan dengan pendekatan yang menyerupai pajak atas tenaga kerja manusia. Kebijakan itu dinilai dapat memperlambat pergeseran penggunaan tenaga manusia ke teknologi otomatis.

Gates juga mendorong agar sebagian pekerjaan tetap diperuntukkan bagi manusia, meskipun AI semakin berkembang.

Ia mengatakan, pembatasan terhadap perkembangan AI perlu dilakukan sebelum tingkat pengangguran meningkat tajam, masyarakat mulai terdampak, dan kepercayaan publik terhadap teknologi maupun pemerintah menurun.

Perkembangan AI Lebih Cepat dari Perkiraan

Dalam wawancara dengan CNN, Gates mengaku terkejut melihat kemampuan model AI berkembang jauh lebih cepat dari perkiraannya.

Ia menyebut AI kini berpotensi meningkatkan risiko serangan siber, bioterorisme, hingga dampak psikososial.

Gates menilai mekanisme untuk mengevaluasi kemampuan model AI dan meminimalkan potensi bahayanya masih belum memadai.

Ia bahkan menyatakan akan mendukung rencana yang kredibel untuk memperlambat perkembangan AI secara global. Namun, menurutnya, hal tersebut sulit diwujudkan karena adanya kepentingan ekonomi dan geopolitik yang mendorong negara serta perusahaan untuk terus mengembangkan teknologi AI.

Gates meminta para pemimpin dunia mengambil langkah sejak dini agar manfaat AI dapat dirasakan secara luas tanpa mengorbankan keamanan, lapangan pekerjaan, dan kesejahteraan masyarakat.

“AI dapat memberikan manfaat bagi semua orang,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....