Perang Dagang AS-Kanada Ancam Lapangan Kerja
- 31 Agt 2026 23:08 WIB
- Bandar Lampung
Poin Utama
- AS memberlakukan tarif 50% pada barang Kanada senilai C$28 miliar, mencakup sektor baja, aluminium, kayu, dan otomotif.
- Kanada membalas dengan tarif setimpal pada barang AS senilai C$28 miliar yang mulai berlaku tanggal 8 September.
- Provinsi Ontario mengalami dampak paling parah dengan hilangnya puluhan ribu pekerjaan manufaktur sejak awal 2025 dan penurunan ekspor logam Quebec 36% dalam setahun terakhir.
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Konflik dagang yang berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Kanada sejak awal masa kepresidenan Donald Trump kembali memanas. AS memberlakukan tarif pada sektor-sektor kunci Kanada seperti baja, aluminium, kayu, dan otomotif, bahkan menambahkan bea masuk 50% untuk barang Kanada senilai C$28 miliar pada pekan lalu. Kanada membalas dengan tarif balasan yang disebut "setimpal" dan strategis, menargetkan barang-barang AS senilai C$28 miliar yang mulai berlaku 8 September.
Provinsi Ontario menjadi wilayah paling terdampak di Kanada karena ketergantungannya pada sektor manufaktur dan otomotif. Puluhan ribu pekerjaan manufaktur hilang sejak awal 2025, sementara ekspor logam Quebec turun 36% dalam setahun terakhir. Di sisi AS, negara bagian Ohio, Illinois, dan Pennsylvania—yang merupakan negara bagian kunci dalam pemilu—terkena dampak tarif balasan Kanada, terutama pada baja dan peralatan pertanian.
Meski tarif rata-rata efektif AS terhadap Kanada kini naik dari 2,9% menjadi 5,7%, angka ini masih lebih rendah dibandingkan tarif untuk China (20,5%). Namun, perdagangan Kanada mulai beralih ke pasar lain. Perdana Menteri Kanada berjanji menggandakan ekspor non-AS dalam satu dekade, dan beberapa perusahaan sudah mulai mencari pembeli di Eropa.
Dampak ekonomi juga terasa pada tenaga kerja dan daya beli. Sejak Januari 2025, Kanada kehilangan 55.000 pekerjaan manufaktur, dan jika tarif baru berlanjut, total kehilangan pekerjaan bisa mencapai 90.000. Di AS, tarif Trump diperkirakan memakan puluhan ribu lapangan kerja di sektor manufaktur dan logistik, sementara rumah tangga AS harus mengeluarkan biaya tambahan rata-rata $840 per tahun akibat kenaikan harga barang.
Meski demikian, ekonomi Kanada tumbuh 3,3% pada kuartal II 2026 berkat lonjakan ekspor dan investasi asing yang mencapai rekor C$96,8 miliar. Pemerintah Kanada pun akan menggelar KTT Investasi perdana pada September untuk menarik lebih banyak modal.
Namun, ancaman resesi belum sepenuhnya sirna. Para ekonom memperingatkan bahwa jika ketegangan berlanjut, baik AS maupun Kanada akan kehilangan lebih banyak lapangan kerja dan daya saing ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....