Cara Atasi Kecanduan Belanja Malam Hari

  • 31 Agt 2026 22:53 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Ella Hewitt, gadis 24 tahun dari Liverpool, menghabiskan hingga £700 per bulan untuk pakaian fast fashion yang kebanyakan tidak pernah dipakai.
  • Kecanduan belanja Ella dipicu oleh dopamin yang dihasilkan dari aktivitas berbelanja dan dorongan dari media sosial untuk terus membeli.
  • Kecanduan belanja merupakan masalah yang dapat menimpa siapa saja, bukan hanya terbatas pada kelompok tertentu.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Kecanduan belanja bisa menimpa siapa saja. Ella Hewitt, gadis 24 tahun dari Liverpool, pernah menghabiskan hingga £700 per bulan untuk pakaian fast fashion yang bahkan tak pernah dipakai.

Bagaimana tidak, saat gajinya masuk, uang itu langsung ludes dibelanjakan. "Dopamin dari berbelanja membuat saya ketagihan, apalagi media sosial terus mendorong saya untuk membeli," ungkapnya.

Ella mengaku sering membeli barang dari TikTok atau Instagram saat sedang lelah atau bosan. Ia bekerja sebagai asisten HR di sebuah sekolah, namun kebiasaan belanjanya membuatnya tak bisa pindah dari rumah orang tuanya.

"Begitu melihat tumpukan barang, saya ngeri sendiri," katanya.

Untuk mengendalikan diri, Ella menerapkan beberapa strategi:

  • Menahan diri 30 hari—setiap barang yang ingin dibeli dimasukkan ke daftar keinginan. Jika setelah 30 hari masih ingin, baru dibeli. "Seringkali keinginan itu hilang dengan sendirinya."
  • Buat anggaran fiktif—ia memberi dirinya "uang" imajiner £1.000 per hari untuk berbelanja secara maya. "Ini cukup untuk menggaruk gatal tanpa menguras dompet."
  • Aturan tiga kali lipat—hanya membeli jika mampu membayar harga barang tiga kali.

Hasilnya, pengeluarannya turun sekitar 60 persen. Kini Ella bekerja sebagai influencer fesyen etis dan berencana meluncurkan merek pakaiannya sendiri.

"Saya tidak sempurna, masih ada saat-saat saya membeli karena keinginan. Tapi saya jauh lebih terkendali," ujarnya.

Kasus Serupa di Kalangan Anak Muda

Disha Patel, 23 tahun dari London, juga mengalami hal serupa. Sebagai mahasiswa, ia menghabiskan banyak uang untuk pakaian, makanan, dan produk kecantikan hingga overdraft £2.500-nya jebol.

"Perasaan saat membuka paket selalu luar biasa, sampai dopamin itu reda dan siklusnya berulang," kenangnya.

Disha kini bekerja sebagai perencana keuangan. Ia mengatasi kecanduan belanja dengan:

  • Menghapus aplikasi belanja dan ApplePay dari ponsel
  • Meninggalkan kartu bank di rumah saat bekerja
  • Membawa bekal dan membeli tiket kereta malam sebelumnya
  • Menyetor jumlah uang yang sama ke tabungan setiap kali ingin membeli sesuatu

"Cara ini berhasil karena saya malas mengeluarkan uang dua kali lipat," katanya.

Fakta dan Tips Mengatasi Kecanduan Belanja

Penelitian global menunjukkan 7 persen orang dewasa mengalami kecanduan belanja. Kelompok Ukat Group melaporkan 90 persen pasien kecanduan belanja adalah perempuan.

Tanda-tanda Anda mungkin kecanduan:

  • Suasana hati membaik usai berbelanja
  • Merasa bersalah atau malu setelahnya
  • Berbohong tentang kebiasaan belanja
  • Rumah penuh barang yang tak terpakai

Tips mengendalikan pengeluaran:

  1. Tunggu 48 jam sebelum membeli
  2. Hapus nomor kartu kredit tersimpan dan aplikasi belanja
  3. Buat daftar belanja dan patuhi
  4. Tetapkan anggaran kecil untuk "hadiah" tanpa rasa bersalah
  5. Berhenti berlangganan newsletter dan unfollow influencer
  6. Gunakan produk sampai habis sebelum membeli baru
  7. Kenali pemicu—jika belanja karena bosan, coba olahraga atau bicara dengan teman
  8. Cari bantuan jika perlu

Penelitian terakhir dari Vanquis menemukan bahwa Generasi Z melakukan pembelian impulsif lebih banyak dibanding kelompok usia lain, disusul milenial. Paparan media sosial dengan iklan bertarget, budaya influencer, dan kemudahan satu klik disebut sebagai pemicu utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....