SpaceX Bangun Fasilitas Peluncuran Terbesar Senilai Rp1.600 Triliun

  • 31 Agt 2026 22:49 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • SpaceX mengumumkan pembangunan Starbase Louisiana, kompleks peluncuran senilai 100 miliar dolar AS yang akan menjadi fasilitas peluncuran terbesar dalam sejarah umat manusia.
  • Proyek ini akan dibangun di atas lahan seluas 125.000 acre (sekitar 50.585 hektare) di negara bagian Louisiana, Amerika Serikat, melebihi fasilitas peluncuran manapun yang ada saat ini.
  • Fasilitas raksasa ini diproyeksikan akan mengubah peta industri antariksa global dan menandai ambisi Elon Musk untuk menguasai eksplorasi luar angkasa.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Ambisi Elon Musk untuk menaklukkan luar angkasa kembali mencuri perhatian dunia. Perusahaan roket miliknya, SpaceX, resmi mengumumkan pembangunan fasilitas peluncuran terbesar dalam sejarah umat manusia — dan proyek raksasa ini siap mengubah peta industri antariksa global.

SpaceX akan membangun kompleks peluncuran senilai 100 miliar dolar AS (sekitar Rp1.600 triliun) di negara bagian Louisiana, Amerika Serikat. Proyek yang diberi nama Starbase Louisiana ini akan berdiri di atas lahan seluas 125.000 acre atau sekitar 50.585 hektare, menjadikannya fasilitas peluncuran terluas di dunia.

Konstruksi dijadwalkan dimulai tahun depan, dengan target penerbangan perdana Starship dari lokasi tersebut pada 2029. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung ribuan penerbangan Starship per tahun, dengan misi menuju orbit Bumi, Bulan, Mars, hingga destinasi yang lebih jauh.

Kehadiran Starbase Louisiana diprediksi membawa dampak ekonomi signifikan bagi kawasan setempat. SpaceX menyebut proyek ini akan menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja langsung, serta lebih dari 8.100 pekerjaan baru secara tidak langsung.

Badan Pengembangan Ekonomi Louisiana mencatat bahwa rata-rata upah pekerja di fasilitas ini akan 192 persen lebih tinggi dibanding rata-rata gaji daerah saat ini.

"Proyek bersejarah ini akan menjadikan Louisiana sebagai pusat kedirgantaraan generasi berikutnya di tingkat global," ujar lembaga tersebut dalam keterangannya.

Starbase Louisiana melengkapi fasilitas SpaceX yang sudah beroperasi di Texas dan Florida. Nama "Starbase" sendiri sebelumnya telah dipakai untuk kompleks pengujian SpaceX di ujung selatan Texas, yang pada 2025 resmi ditetapkan sebagai kota mandiri bernama Starbase.

Di tengah ekspansi besar-besaran ini, SpaceX juga tengah menghadapi tekanan dari investor. Sejak saham perusahaan mulai diperdagangkan di Nasdaq dalam debut pasar saham terbesar sepanjang sejarah dunia pada Juni lalu, harga sahamnya telah turun lebih dari 30 persen dari titik tertingginya — meski masih di atas harga penawaran perdana sebesar 135 dolar AS per lembar.

Selain proyek antariksa, Musk juga tengah memacu ambisi kecerdasan buatan. Pada Agustus ini, SpaceX bersama Tesla mengumumkan rencana pembangunan kompleks produksi chip AI senilai 16,8 miliar dolar AS di Texas, yang diberi nama Terafab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....