Bupati Pesawaran Tinjau Korban Puting Beliung Tegineneng Pascabencana

  • 17 Feb 2026 09:27 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID , Bandar Lampung : Hj. Nanda Indira meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Senin (16/2/2026). Kunjungan tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam memastikan kondisi warga sekaligus mempercepat penanganan pascabencana.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanganan Bencana Kabupaten Pesawaran, peristiwa terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sore setelah hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah desa di Kecamatan Tegineneng. Cuaca ekstrem itu menyebabkan kerusakan rumah warga, gangguan aliran listrik, serta akses jalan terhambat akibat pohon tumbang dan tiang listrik roboh.

Mendapatkan laporan tersebut, Camat Tegineneng, Aep Alamsyah, didampingi Satgas Penanggulangan Bencana serta aparat kepolisian dari Polres Pesawaran dan TNI bersama masyarakat, langsung turun ke lapangan melakukan monitoring dan evakuasi pohon tumbang di wilayah terdampak. Langkah cepat ini dilakukan guna menjamin kelancaran aktivitas masyarakat serta meminimalisir risiko lanjutan.

Pada Minggu (15/2/2026), Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran, Wildan, bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pesawaran, Sopyan Agani, kembali melakukan monitoring di sejumlah titik terdampak bersama jajaran terkait.

Lokasi terdampak meliputi Desa Gedung Gumanti, Kejadian, Kresnowidodo, Sriwedari, dan Bumi Agung. Data sementara mencatat sebanyak 132 rumah terdampak, dengan rincian dua rumah rusak berat, empat rusak sedang, dan selebihnya rusak ringan. Pendataan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati bersama Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pesawaran, Kapolres dan jajaran Pejabat Utama Polres Pesawaran, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Sosial, serta jajaran terkait berdialog langsung dengan warga. Bupati meninjau kondisi rumah yang mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang terangkat akibat terjangan angin.

Kerusakan juga terjadi di SDN 23 Tegineneng di Dusun Talang Besar, Desa Gedung Gumanti, pada bangunan perumahan tidak terpakai yang tertimpa pohon. Sementara itu, SMP 6 Pesawaran mengalami kerusakan pada spandek ruang laboratorium dan robohnya plafon ruang penjaga sekolah, serta banyak pohon tumbang di lingkungan sekolah.

Di RA Maarif V Dusun Simpang 4, kerusakan terjadi pada atap spandek ruang belajar dan atap mushola akibat tertimpa pohon.

Pada sektor peternakan, kandang milik Sumeri di Dusun Talang Besar dilaporkan rusak total setelah atap dan kayu penyangga roboh. Selain itu, kandang ayam kemitraan milik PT Ciomas Adisatwa di Dusun Simpang 4 juga mengalami kerusakan total.

Fasilitas umum lainnya turut terdampak, di antaranya SDN 29 Tegineneng di Dusun Enggal Mulyo, Desa Gedung Gumanti, yang mengalami kerusakan pada area parkir dan plang sekolah roboh serta beberapa genteng spandek terangkat. SDN 19 Tegineneng di Dusun Simpang 4 juga mengalami kerusakan pada atap perpustakaan dan satu ruang belajar akibat tertimpa pohon.

Bupati menegaskan pemerintah daerah akan terus hadir memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan hingga kondisi kembali pulih. Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Untuk penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Pesawaran telah menyalurkan bantuan logistik berupa 30 lembar asbes, 8 dus air mineral, 8 dus mi instan, dan 70 kilogram beras. Bantuan tambahan juga diberikan berupa 10 kasur, 15 selimut, 20 paket makanan siap saji, empat kardus lauk pauk (100 paket), dua kardus makanan anak (16 paket), serta satu paket peralatan dapur. Sejumlah rumah terdampak turut memperoleh tambahan asbes guna mempercepat proses perbaikan.

Bantuan untuk rumah kategori rusak berat juga disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai bagian dari kolaborasi penanganan bencana di Kabupaten Pesawaran.

Rekomendasi Berita