Pemkab Tubaba Apresiasi Program Kemitraan Tebu
- 10 Des 2025 16:43 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Tulang Bawang Barat: Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat mengapresiasi program kemitraan tebu yang digagas Sugar Group Companies (SGC).
Program tersebut sebagai solusi bagi para petani di Kabupaten Tulang Bawang Barat yang saat ini terdampak anjloknya harga singkong.
Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Nadirsyah, memberikan apresiasi atas inisiatif SGC membuka peluang kemitraan dengan masyarakat petani.
“Kami sangat mengapresiasi langkah SGC yang hadir memberikan solusi bagi petani kita. Kemitraan ini bukan hanya memberikan kepastian pasar, tetapi juga pendampingan yang dibutuhkan agar petani bisa lebih maju,” kata Nadirsyah.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya petani di Tulang Bawang Tengah dan sekitarnya, untuk memanfaatkan peluang tersebut.
“Pemerintah daerah siap mendukung penuh agar program ini berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani,” jelasnya.
Program ini disambut antusias masyarakat karena dinilai memberi peluang peningkatan pendapatan dan kepastian usaha dalam jangka panjang.
Pada Rabu (10/12/2025), SGC menggelar sosialisasi kemitraan tebu di Gedung Serbaguna Balai Tiyuh Margodadi, Kecamatan Tumijajar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi yang telah mencapai titik ke-17, meliputi sepuluh titik di Tulang Bawang Barat, empat titik di Tulang Bawang, dan tiga titik di Lampung Tengah.
Ke depan, sosialisasi akan diperluas ke wilayah potensial lainnya seperti Lampung Timur.
Perwakilan SGC, Sulis Prapto, menjelaskan pihaknya hadir untuk menawarkan kemitraan jangka panjang selama 10 tahun sebagai alternatif komoditas lebih menjanjikan bagi petani yang tengah terpuruk oleh rendahnya harga singkong.
“Melalui kemitraan tebu, kami ingin memberikan kepastian pasar dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi petani,” kata dia.
Ia menambahkan, SGC tidak hanya membeli hasil panen, tetapi juga memberikan pendampingan menyeluruh kepada petani, mulai dari teknik budidaya, perawatan, hingga pengelolaan panen.
Sejumlah keuntungan menanam tebu juga dipaparkan, antara lain sekali tanam bisa panen 3–4 kali, biaya produksi relatif rendah, serta kondisi geografis Lampung yang cocok untuk pengembangan tebu.
Dalam pola kemitraan ini, petani mengelola lahan, melakukan penanaman hingga panen, kemudian hasilnya dikirim ke pabrik sesuai kesepakatan.
Skema tersebut diyakini mampu memberikan pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Sosialisasi ini dihadiri Pimpinan Utama Sugar Group Companies, Purwanti Lee Cauhault, Pimpinan Direktur SGC, Fauzi Toha, sejumlah kepala tiyuh, serta ratusan masyarakat petani.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak petani bergabung dalam kemitraan tebu, sehingga dapat memperkuat sektor pertanian dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan di Tulang Bawang Barat dan wilayah sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....