Erick Thohir, Pengusaha Berdarah Lampung Kembali Jabat Menteri BUMN

  • 22 Okt 2024 08:36 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandar Lampung: Erick Thohir, seorang pengusaha sukses yang memiliki darah Lampung, lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970.

Ia adalah putra dari Muhammad Teddy Thohir dan Edna Thohir, berasal dari keluarga sederhana.

Ayahnya, Muhammad Teddy, dikenal sebagai pengusaha sukses di Lampung yang lahir pada 5 Maret 1935 di Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung.

Erick menyelesaikan pendidikan sarjananya di Glendale Community College, Amerika Serikat, dan kemudian meraih gelar magister di Universitas Nasional California.

Suami Elizabeth Tjandra ini memiliki karir yang cemerlang di dunia bisnis dan pemerintahan.

Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Erick Thohir diangkat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada periode 2019-2024.

Kini, ia kembali dipercaya menjabat di era Prabowo Subianto untuk periode 2024-2029.

Dikutip dari website Kementerian BUMN, selama masa jabatannya, Erick aktif melakukan transformasi BUMN, yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain karirnya di pemerintahan, Erick juga dikenal dekat dengan dunia olahraga. Ia pernah memiliki saham dan menjabat posisi penting di beberapa klub, termasuk DC United, Inter Milan, dan Persis Solo.

Selama tiga periode, ia menjabat sebagai Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) dari 2006 hingga 2019, dan saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PSSI untuk periode 2023-2027.

Sebagai pendiri Mahaka Group, Erick juga menjabat sebagai Direktur Utama ANTV pada 2013-2019. Di bawah kepemimpinannya, BUMN telah melakukan banyak terobosan, termasuk mempercepat proses pengadaan vaksin selama pandemi Covid-19, di mana BUMN mampu mempercepat pelaksanaan vaksinasi kurang dari tujuh bulan.

Lewat tangan Erick, BUMN telah mengalami perubahan besar yang berkontribusi pada kemajuan bangsa.

Selama periode 2020-2023, realisasi dividen perusahaan BUMN mencapai Rp 194,3 triliun, dengan laba mencapai Rp 292 triliun pada 2023, melonjak dari Rp 28 triliun di 2020.

Erick juga melakukan efisiensi jumlah BUMN dengan membubarkan tiga perusahaan yang sudah tidak beroperasi, PT Kertas Kraft Aceh, PT Iglas, dan PT Industri Sandang Nusantara.

Kebijakan itu diambil untuk mengoptimalkan kinerja BUMN dan memastikan penggunaan sumber daya yang lebih baik.

Selain itu, Erick mendorong pembentukan holding dan sub-holding di BUMN, termasuk Holding Ultra Mikro (BRI Grup), Holding tambang (MIND ID), dan Holding perkebunan (PTPN), untuk menciptakan sinergi dan meningkatkan efisiensi operasional di sektor BUMN.

Dengan berbagai inovasi dan kepemimpinan yang kuat, Erick Thohir diharapkan dapat terus membawa BUMN dan perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik dalam masa jabatannya yang baru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....