Atlet Tinju Lampung Jadi Korban Penganiayaan Brutal
- 23 Jun 2026 11:56 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung — Atlet tinju Lampung yang tengah menjalani pemusatan latihan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 di Manado menjadi korban dugaan penganiayaan di kawasan PPLP PKOR Way Halim, Bandarlampung, Selasa, 23 Juni 2026.
Korban diketahui bernama Ikhwan, atlet binaan klub Gymnast Fight milik Meiyusi Ade Putra, yang saat ini menjalani training center (TC) di Nusa Lontar BC di bawah arahan pelatih Rahmatuddin.
Ketua klub Gymnast Fight, Meiyusi Ade Putra, menyayangkan insiden tersebut karena terjadi di tengah persiapan atlet menuju ajang nasional.
"Proses hukum berjalan transparan agar para atlet mendapat perlindungan dan rasa aman dalam menjalani pembinaan prestasi," katanya kepada RRI melalui WhatsApp, Selasa, 23 Juni 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula pada Sabtu, 20 Juni 2026. sekitar pukul 20.30 WIB. Atlet bernama Abi datang ke area PPLP PKOR untuk mengambil celana training. Saat melintas di depan warung dekat gantangan burung, motornya menghantam polisi tidur karena melaju cukup kencang.
Saat itu, Abi mengaku mendapat kata-kata kasar dari sejumlah orang di lokasi. Ketika berhenti untuk menanyakan maksud ucapan tersebut, empat orang diduga langsung bangkit dan hendak mengeroyoknya. Abi kemudian memilih pergi dan melanjutkan agenda rapat.
Peristiwa itu kemudian disampaikan Abi kepada pelatihnya, Cikal. Malam itu juga, sang pelatih berupaya mendatangi lokasi untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik, namun warung yang dimaksud sudah tutup.
Ketegangan berlanjut pada Senin malam, 22 Juni 2026, ketika empat atlet yakni Fino, Abi, Iwan, dan Fadli kembali mendatangi warung tersebut untuk meminta penjelasan terkait ucapan kasar sebelumnya. Namun saat itu hanya terjadi cekcok mulut dan tidak berujung bentrok fisik.
Puncaknya terjadi pada Selasa pagi, 23 Juni 2026, ketika Abi menjemput Iwan yang tinggal di PPLP. Saat itulah keduanya diduga dihadang oleh tiga orang, dengan satu orang lainnya yang disebut berada di lokasi bersama keluarga pelaku.
Para terduga pelaku disebut membawa benda tajam dan benda keras berupa cangkul, parang, dan kayu. Dalam kejadian itu, Iwan mengalami luka di bagian kepala akibat hantaman cangkul serta luka pada bagian tangan.
Korban kemudian menjalani pemeriksaan medis untuk kepentingan visum dan kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Informasi terakhir, tiga orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan itu telah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....