Overconsumption Menggila, Lemari Penuh Barang Tak Berguna

  • 10 Mei 2026 22:02 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kondisi lemari yang penuh sesak hingga sulit ditutup kerap dianggap hal biasa. Namun, situasi ini bisa menjadi tanda adanya kebiasaan konsumsi berlebihan atau overconsumption yang tidak disadari.

Sebuah wadah pegiat gaya hidup minimalis, Lyfe With Less mengingatkan masyarakat bahwa fenomena yang kerap disebut sebagai “obesistuff” ini menggambarkan kondisi lemari yang dipenuhi berbagai barang tanpa pengelolaan yang baik. Akibatnya, pakaian dan aksesori menumpuk, tidak terpakai, bahkan terlupakan.

Melalui aku instagram resmi @lyfewithless, disampaikan bahwa terdapat beberapa kategori barang yang menjadi penyumbang utama penuhnya lemari. Pertama, “baju idaman”, yaitu pakaian yang sudah tidak muat namun tetap disimpan dengan harapan dapat digunakan kembali di masa depan.

Kedua, “barang kalap”, yakni pakaian yang dibeli secara impulsif, misalnya saat diskon atau tren tertentu, tetapi jarang atau bahkan tidak pernah digunakan.

Ketiga, “aksesoris musiman”, yaitu barang-barang yang hanya digunakan pada waktu tertentu, namun tetap disimpan meski tidak lagi relevan atau dibutuhkan.

Keempat, “barang beban emosi”, seperti pakaian kenangan, hadiah dari orang tertentu, atau barang yang memiliki nilai sentimental sehingga sulit untuk dilepas meski tidak lagi digunakan.

Kondisi lemari yang penuh ini tidak hanya berdampak pada keteraturan ruang, tetapi juga mencerminkan pola konsumsi seseorang. Kebiasaan membeli tanpa perencanaan dapat memicu penumpukan barang yang pada akhirnya menjadi beban, baik secara fisik maupun emosional.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mulai melakukan decluttering atau penataan ulang barang secara berkala. Langkah ini tidak hanya membantu menciptakan ruang yang lebih rapi, tetapi juga menjadi cara untuk mengontrol kebiasaan konsumsi agar lebih bijak dan terarah.

Dengan memilah barang berdasarkan fungsi dan kebutuhan, lemari tidak hanya menjadi tempat penyimpanan, tetapi juga cerminan gaya hidup yang lebih sederhana dan terkelola.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....