Pilah dengan Bijak, Jangan Asal Donasi Barang Rusak

  • 24 Apr 2026 09:13 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Kesadaran masyarakat dalam melakukan decluttering atau memilah barang kini semakin meningkat. Namun, proses ini tidak hanya soal merapikan ruang, melainkan juga tentang tanggung jawab dalam menentukan ke mana barang-barang tersebut akan dialihkan.

Sebuah wadah pegiat gaya hidup minimalis, Lyfe With Less mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan dalam mendonasikan barang bekas. Setiap barang perlu dikategorikan secara tepat, yakni apakah masih layak untuk dijual, didonasikan, atau justru sudah masuk kategori sampah atau junk.

Melalui aku instagram resmi @lyfewithless, disampaikan bahwa barang yang masih memiliki nilai jual umumnya berada dalam kondisi baik, berfungsi normal, minim kerusakan, serta masih relevan digunakan. Sementara itu, kategori donasi diperuntukkan bagi barang yang masih layak pakai, meski mungkin memiliki sedikit kekurangan secara visual, namun tetap dapat dimanfaatkan oleh orang lain.

Adapun barang yang sudah tidak layak pakai, mengalami kerusakan signifikan, tidak lengkap, atau sulit dimanfaatkan kembali, sebaiknya masuk dalam kategori junk. Barang jenis ini dianjurkan untuk dipilah kembali guna menentukan apakah masih bisa didaur ulang atau harus dibuang sesuai prosedur.

Pendekatan ini dinilai penting agar niat baik dalam berbagi tidak justru menimbulkan masalah baru bagi penerima. Memberikan barang tanpa mempertimbangkan kelayakan berpotensi membebani pihak lain, terutama jika barang tersebut sudah tidak dapat digunakan.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk mulai membiasakan diri bertanya sebelum memutuskan: apakah barang masih bernilai, masih bisa dipakai orang lain, atau justru lebih tepat untuk didaur ulang. Pertanyaan sederhana ini dapat membantu menentukan langkah yang lebih bijak.

Melalui kebiasaan memilah barang secara tepat, masyarakat tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi limbah, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya konsumsi yang bertanggung jawab. Langkah kecil ini diharapkan dapat menjadi bagian dari gaya hidup berkelanjutan di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....