Gaya Hidup Minim Plastik, Lebih Hemat Lebih Estetik
- 19 Apr 2026 08:26 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Kenaikan harga plastik sekali pakai mulai berdampak pada pola konsumsi masyarakat dan pelaku usaha. Kondisi ini mendorong munculnya berbagai inisiatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik, sekaligus mencari alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan.
Salah satu contoh ditunjukkan oleh pegiat gaya hidup berkelanjutan, Cynthia S Lestari melalui akun Instagramnya @cslestari. Dalam unggahannya, diperlihatkan kebiasaan sederhana seperti membawa tas jaring sendiri saat berbelanja buah. Dengan cara ini, pembeli tidak lagi memerlukan kantong plastik tambahan dari penjual.
Selain itu, penggunaan wadah pribadi saat membeli makanan juga menjadi solusi yang semakin relevan. Pembeli cukup membawa tempat dari rumah, sehingga makanan bisa langsung dimasukkan tanpa kemasan sekali pakai. Kebiasaan ini dinilai mampu mengurangi potensi sampah sekaligus menekan pengeluaran.
Alternatif lain yang mulai kembali digunakan adalah bahan alami seperti daun pisang untuk membungkus makanan. Selain lebih ramah lingkungan, bahan ini juga dinilai memiliki nilai estetika dan mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
Di sisi lain, kebiasaan membawa reusable bag atau tas pakai ulang juga terus didorong. Langkah sederhana ini dianggap tidak memberatkan, namun berdampak besar jika dilakukan secara konsisten.
Kenaikan harga plastik turut menjadi pertimbangan bagi pelaku usaha. Beberapa penjual mulai mengurangi penggunaan plastik atau bahkan mendorong pembeli membawa wadah sendiri sebagai bagian dari efisiensi biaya operasional.
Dengan demikian, gerakan mengurangi plastik tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi solusi ekonomi di tengah meningkatnya biaya bahan baku. Masyarakat diharapkan dapat mulai dari langkah kecil, karena perubahan kebiasaan ini dinilai membawa manfaat jangka panjang bagi semua pihak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....