Terjebak Layar, Kebiasaan atau Kecanduan

  • 19 Mar 2026 11:55 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kebiasaan menggulir layar ponsel tanpa henti atau yang dikenal dengan istilah scrolling kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada kalangan remaja, tetapi juga orang dewasa, baik di waktu senggang maupun di sela aktivitas pekerjaan.

Tanpa disadari, aktivitas sederhana ini kerap menyita waktu dalam durasi yang cukup panjang. Banyak pengguna ponsel awalnya hanya berniat membuka satu aplikasi, namun berakhir dengan penggunaan selama berjam-jam. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, mengapa seseorang sulit melepaskan diri dari layar ponsel.

Pengamat perilaku digital menjelaskan, salah satu penyebab utama adalah adanya sistem algoritma pada aplikasi media sosial yang dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna. Konten yang ditampilkan disesuaikan dengan minat dan kebiasaan pengguna, sehingga memicu rasa ingin terus melihat informasi berikutnya.

Selain itu, efek psikologis juga turut berperan. Aktivitas scrolling dapat memicu pelepasan dopamin, yaitu zat kimia di otak yang berkaitan dengan rasa senang. Setiap konten baru yang menarik memberikan kepuasan sesaat, sehingga mendorong pengguna untuk terus menggulir layar tanpa henti.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah rasa takut ketinggalan informasi atau fear of missing out (FOMO). Banyak orang merasa perlu untuk terus terhubung agar tidak tertinggal tren, berita, maupun aktivitas sosial di dunia maya.

Di sisi lain, kebiasaan ini juga berdampak pada produktivitas dan kesehatan. Waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat atau menyelesaikan pekerjaan menjadi berkurang. Selain itu, penggunaan ponsel secara berlebihan dapat mengganggu kualitas tidur serta meningkatkan risiko kelelahan mental.

Menyikapi hal tersebut, masyarakat diimbau untuk mulai mengatur penggunaan ponsel secara bijak. Membatasi waktu layar, mematikan notifikasi yang tidak penting, serta menetapkan waktu khusus tanpa ponsel dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi kebiasaan scrolling berlebihan.

Dengan kesadaran dalam penggunaan teknologi, diharapkan masyarakat dapat tetap memanfaatkan ponsel secara optimal tanpa terjebak dalam kebiasaan yang berpotensi merugikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....