Kopi dan Nongkrong, Jangan Sampai Berlebihan
- 27 Jan 2026 10:49 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Kopi telah menjadi bagian gaya hidup anak muda di kota-kota besar. Dari kafe kekinian hingga warung kopi pinggir jalan, aktivitas nongkrong sambil menyeruput kopi sudah menjadi rutinitas. Bagi sebagian orang, kopi menjadi teman ngobrol, bekerja, atau sekadar “biar melek”. Namun, kebiasaan ngopi yang berlebihan dapat membawa risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi generasi muda.
Kopi mengandung kafein, zat stimulan yang memberi efek energi dan meningkatkan konsentrasi. Efek inilah yang membuat banyak anak muda ketagihan ngopi, terutama saat begadang atau mengerjakan tugas. Namun, konsumsi kafein berlebihan bisa menyebabkan gangguan tidur dan kecemasan. Anak muda yang sering ngopi sampai larut malam berisiko mengalami insomnia, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas dan mood.
Selain gangguan tidur, kebiasaan ngopi berlebihan juga dapat memicu masalah pencernaan. Kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung, sehingga memicu maag atau rasa panas di perut. Ditambah minuman kopi yang sering disajikan dengan gula berlebih atau krimer, dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan diabetes. Kebiasaan ini kerap terjadi saat nongkrong bersama teman, karena kopi manis dan camilan jadi “paket komplit”.
Tidak hanya itu, kafein juga dapat memicu detak jantung cepat dan tekanan darah naik pada sebagian orang. Bagi anak muda yang memiliki kecenderungan stres atau kecemasan, efek ini bisa memperburuk kondisi. Gejala seperti jantung berdebar, tremor, hingga gelisah, sering dialami oleh mereka yang mengonsumsi kopi dalam jumlah besar. Kondisi ini sering dianggap wajar, padahal bisa menjadi sinyal tubuh yang perlu diperhatikan.
Dari sisi lifestyle, kebiasaan ngopi berlebihan juga bisa menjadi tanda pola hidup tidak seimbang. Nongkrong yang terlalu sering, terutama di malam hari, bisa mengurangi waktu istirahat dan aktivitas fisik. Anak muda yang rutin begadang untuk nongkrong atau kerja di kafe cenderung mengabaikan olahraga dan pola makan sehat. Akibatnya, risiko kesehatan jangka panjang seperti obesitas dan gangguan metabolik dapat meningkat.
Untuk tetap menikmati kopi tanpa membahayakan kesehatan, anak muda disarankan mengatur porsi dan waktu konsumsi. Batasi kopi maksimal 1–2 cangkir per hari, dan hindari minum kopi setelah sore hari agar tidur tidak terganggu. Pilih kopi tanpa tambahan gula berlebih dan perbanyak minum air putih. Jika merasa cemas atau jantung berdebar setelah ngopi, sebaiknya kurangi atau konsultasi dengan tenaga kesehatan.
Kopi memang bagian dari budaya nongkrong anak muda, namun kesehatan tetap harus menjadi prioritas. Menikmati kopi secara bijak dapat membuat aktivitas nongkrong tetap menyenangkan tanpa menimbulkan risiko. Dengan gaya hidup seimbang, anak muda dapat tetap eksis di kafe, namun tetap menjaga kualitas tidur dan kesehatan tubuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....