Kerja Sesuai Passion, Masih Relevan?
- 16 Des 2025 08:32 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandarlampung: Selama bertahun-tahun, bekerja sesuai passion dianggap sebagai kunci kebahagiaan dan kesuksesan. Nasihat ini kerap digaungkan kepada generasi muda, seolah menemukan pekerjaan yang sesuai minat adalah tujuan utama dalam berkarier. Namun, di tengah realitas ekonomi yang kian menantang, konsep kerja sesuai passion mulai dipertanyakan relevansinya.
Banyak pekerja muda mengaku harus mengesampingkan passion demi stabilitas finansial. Kenaikan biaya hidup, tuntutan kebutuhan harian, hingga tekanan keluarga membuat pekerjaan tidak lagi semata soal kesenangan, tetapi tentang bertahan. Tak sedikit yang akhirnya memilih pekerjaan “aman” meski tidak sepenuhnya sesuai dengan minat pribadi.
Di sisi lain, bekerja di bidang yang tidak disukai juga membawa konsekuensi. Rasa jenuh, kelelahan mental, dan hilangnya motivasi sering muncul ketika pekerjaan dijalani tanpa keterikatan emosional. Kondisi ini membuat sebagian orang kembali mempertanyakan apakah stabilitas finansial cukup untuk menukar kepuasan batin.
Pengamat karier menilai, makna passion dalam dunia kerja kini mengalami pergeseran. Passion tidak lagi harus menjadi pekerjaan utama, tetapi bisa hadir dalam bentuk lain, seperti side project atau hobi yang tetap dijalani di luar jam kerja. Dengan cara ini, seseorang tetap dapat menyalurkan minat tanpa harus mengorbankan keamanan finansial.
Selain itu, muncul pandangan bahwa passion tidak selalu ditemukan sejak awal, melainkan dibangun seiring waktu. Ketertarikan terhadap pekerjaan bisa tumbuh ketika seseorang merasa dihargai, berkembang, dan memiliki ruang untuk belajar. Lingkungan kerja yang sehat pun berperan besar dalam membentuk rasa suka terhadap pekerjaan.
Di tengah perubahan tersebut, kerja sesuai passion tidak sepenuhnya kehilangan relevansi, tetapi membutuhkan penyesuaian. Bagi sebagian orang, passion dan pekerjaan bisa berjalan beriringan. Bagi yang lain, keduanya berada di jalur berbeda namun tetap saling melengkapi.
Pada akhirnya, pilihan bekerja sesuai passion atau tidak kembali pada kondisi dan prioritas masing-masing. Di era yang penuh ketidakpastian, keseimbangan antara kebutuhan hidup dan kepuasan diri menjadi hal yang lebih realistis dibanding mengejar satu konsep ideal semata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....