Mendengarkan Musik Dapat Membantu Kurangi Risiko Demensia
- 29 Nov 2025 22:00 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandarlampung: Sejumlah studi terbaru menunjukkan bahwa aktivitas sederhana seperti mendengarkan musik dapat memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan otak lansia. Para ahli neurologi dan psikolog kognitif menyebut musik mampu merangsang berbagai bagian otak yang berperan dalam memori, emosi, dan fungsi kognitif, sehingga berpotensi membantu menurunkan risiko terjadinya demensia.
Menurut para peneliti, musik yang diperdengarkan secara rutin dapat meningkatkan konektivitas saraf, menjaga ketajaman fungsi otak, dan membantu otak tetap aktif. “Saat seseorang mendengarkan musik, terutama musik yang familiar atau memiliki kenangan emosional, otak bekerja lebih aktif. Aktivitas ini sangat penting untuk mempertahankan fungsi kognitif lansia,” ujar seorang ahli neurologi di Jakarta.
Musik diketahui mengaktifkan hippocampus, bagian otak yang bertanggung jawab terhadap pembentukan memori baru. Aktivasi ini membantu memperlambat penurunan fungsi memori pada lansia. Dalam beberapa observasi, lansia yang rutin mendengarkan musik menunjukkan performa lebih baik dalam tes kognitif sederhana dibandingkan mereka yang tidak memiliki stimulasi serupa.
Selain mendukung fungsi otak, musik juga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan—dua faktor yang dapat memperburuk kesehatan otak. Musik yang menenangkan terbukti menurunkan kadar hormon stres dan meningkatkan hormon-hormon positif seperti dopamin. Kondisi emosional yang stabil dinilai turut membantu menjaga kesehatan otak jangka panjang.
Para ahli juga menekankan bahwa mendengarkan musik bukan sekadar aktivitas pasif. Ketika lansia ikut bernyanyi, menggerakkan tubuh, atau memainkan alat musik sederhana, stimulasi otak menjadi lebih kuat. Aktivitas ini disebut dapat membantu mempertahankan kemampuan bahasa, ritme, dan koordinasi.
Pada beberapa kasus penurunan kognitif ringan, musik kerap digunakan sebagai bagian dari terapi pendamping. Musik dapat membantu pasien tetap fokus, mengurangi agitasi, serta memunculkan kembali ingatan tertentu. Meskipun bukan pengobatan utama, musik mampu memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup lansia.
Para praktisi kesehatan menyarankan agar musik dijadikan bagian dari rutinitas harian lansia. Jenis musik yang dipilih tidak harus tertentu; yang terpenting adalah musik yang disukai dan membuat pendengarnya merasa nyaman. Musik adalah contoh sederhana dan menyenangkan yang dapat memberikan manfaat besar.
Dengan bertambahnya jumlah lansia di Indonesia, upaya pencegahan demensia menjadi semakin penting. Mendengarkan musik muncul sebagai salah satu langkah mudah dan efektif yang bisa dilakukan di rumah, membantu lansia tetap sehat secara mental dan emosional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....