Solo Date, Cara Gen Z Rawat Diri

  • 27 Nov 2025 18:51 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung: Di tengah hiruk-pikuk dunia digital dan padatnya interaksi sosial, anak muda kini menemukan cara baru untuk merayakan diri sendiri: solo date. Tanpa teman, tanpa pasangan, hanya diri sendiri, dan itu justru menjadi tren yang dianggap keren. Bagi banyak Gen Z, meluangkan waktu untuk menikmati makan malam sendirian, menonton film sendiri, atau sekadar duduk di coffee shop sambil membaca buku menjadi bentuk self-reward yang terasa mewah dan menenangkan.

Fenomena ini begitu kontras dengan stereotip lama bahwa pergi sendirian adalah tanda kesepian. Bagi Gen Z, me-time bukan lagi pelarian, tapi gaya hidup yang menunjukkan kedewasaan dan kemandirian. Mereka menyebutnya sebagai “luxury of solitude” istilah kemewahan menikmati waktu tanpa distraksi, tanpa tuntutan untuk terlihat sibuk, dan tanpa harus memenuhi ekspektasi siapa pun.

Di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Medan, tempat-tempat yang ramah untuk solo dater semakin banyak bermunculan. Coffee shop menyediakan sudut nyaman untuk duduk sendiri, restoran menghadirkan meja untuk satu orang tanpa rasa canggung, bahkan beberapa bioskop kini mendesain seat khusus untuk penonton solo agar merasa lebih nyaman.

“Aku ngerasa lebih bisa denger suara hati sendiri kalau solo date,” ujar Tita (22), mahasiswi yang rutin menghabiskan satu hari dalam sebulan untuk berkencan dengan dirinya sendiri. Ia mengaku bisa lebih fokus, lebih tenang, dan pulang dengan perasaan lebih utuh.

Media sosial pun memainkan peran besar dalam melambungkan tren ini. Konten-konten bertema “date yourself”, “solo hangout diary”, hingga “healing alone” viral di TikTok dan Instagram. Banyak anak muda mendokumentasikan momen sederhana, memesan latte favorit, membaca buku di taman, atau membeli bunga untuk diri sendiri. Semua itu memperkuat pesan bahwa sendirian itu bukan sesuatu yang perlu ditutupi.

Menariknya, solo date juga dianggap sebagai bentuk investasi kesehatan mental. Psikolog menyebut aktivitas mandiri bisa membantu seseorang mengenali kebutuhan emosi, mengurangi kecemasan sosial, dan meningkatkan self-esteem. Di tengah era serbaterhubung, kemampuan menikmati keheningan menjadi keterampilan yang penting.

Solo date bukan sekadar tren sesaat, ia menjadi simbol bahwa anak muda mulai belajar merayakan diri sendiri. Bukan karena tidak punya teman, tapi karena tahu bahwa kebahagiaan kadang justru muncul ketika kita memberi ruang bagi diri sendiri.

Pada akhirnya, bagi Gen Z, menikmati kopi sendirian di sudut kafe bukanlah tanda kesepian. Itu adalah bentuk perayaan kecil: menyadari bahwa kita adalah rumah bagi diri kita sendiri.

Kalo kata gen Z nonton sendiri, makan sendiri, jalan sendiri dan bangga. ✨

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....