Review Film "How to Make Millions Before Grandma Dies", Film Thailand Terlaris No. 1 di Indonesia
- 27 Mei 2024 20:42 WIB
- Bandar Lampung
KBRN Bandarlampung: Film "Lahn Mah" atau "How to Make Millions Before Grandma Dies" adalah film Thailand bertema drama keluarga yang bercerita tentang seorang cucu yang memiliki motivasi awal untuk mendapatkan warisan harta sebelum neneknya meninggal dunia.
Dalam 9 hari pertama penayangannya di Indonesia, film "How to Make Millions Before Grandma Dies" berhasil meraih 1.109.428 penonton, sebuah pencapaian yang menunjukkan film ini diterima dengan baik oleh penonton Indonesia.
Aktor muda berbakat Putthipong Assaratanakul atau dikenal sebagai Billkin berperan sebagai M, cucu lelaki Amah. Billlkin mampu menggambarkan perkembangan karakter M dengan sangat baik.
M yang awalnya sibuk dengan dunia game dan tidak terlalu dekat dengan neneknya, lalu berhenti dari game streamer dan pindah tinggal menemani neneknya dengan motivasi awal agar mendapat warisan rumah.
Seiring berjalannya waktu kedewasaan M tumbuh menjadi rasa sayang yang tulus dan peduli dengan neneknya. Billkin sebagai aktor mampu menggambarkan emosinya dengan baik hingga penonton turut merasakan rasa sedih dan sayangnya M terhadap neneknya.

Usha Seamkhum, aktris 76 tahun berperan sebagai Amah (nenek) dan juga ibu dari 3 orang anak yakni Kiang, Chew (ibu dari M) dan Soei.
Meskipun ini merupakan debut film pertamanya, Usha mampu menggambarkan karakter Amah (nenek) yang tegas dan mandiri di usia senja, di sisi lain kesepian karena anak-anaknya sudah sibuk dengan kehidupannya masing-masing.
Konflik keluarga digambarkan saat vonis dokter mengatakan usia Amah tidak lama lagi karena mengidap kanker usus stadium akhir. Kondisi anak-anak yang mulai bertengkar karena warisan. Hingga kecewanya M karena merasa upayanya merawat Amah sia-sia karena neneknya memilih mewariskan rumah untuk pamannya Soei yang pengangguran.

Perasaan kesepian, sikap anak yang membuat kecewa, menunjukan sisi rapuh Amah yang membuat penonton ikut bersimpati.
Chemistry yang terbentuk antara cucu dan nenek sangat pas. Momen-momen lucu seperti M yang selalu dimarahi neneknya karena sembrono, hingga tingkah lucu M menghibur neneknya saat rambutnya mulai botak akibat kemoterapi dengan menunjukkan filter cantik & lucu di HP hingga membuat Amah terhibur.

Sinematografi dalam film juga memanjakan mata, dengan penggambaran rumah Amah yang sederhana, penuh dengan barang-barang lama membuat kita merasa related dengan suasana rumah nenek yang sederhana namun hangat dan membuat rindu momen kumpul bersama keluarga.
Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang kuat. Melalui perjalanan M mengenal dekat Amah, penonton diajak merenungkan kembali pentingnya hubungan keluarga, kebahagiaan yang tidak dapat diukur dengan uang, dan nilai-nilai kehidupan yang membuat film ini menjadi referensi film yang layak ditonton bersama keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....