Eks American Idol Caleb Flynn Divonis Bunuh Istri

  • 30 Sep 2026 18:52 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Caleb Flynn, mantan kontestan American Idol berusia 40 tahun, dinyatakan bersalah atas pembunuhan istrinya Ashley Flynn oleh juri pengadilan Miami County pada 29 September 2026.
  • Juri menjatuhkan vonis bersalah atas sembilan dakwaan termasuk pembunuhan berencana, penyerangan, dan perusakan barang bukti setelah bermusyawarah sekitar dua jam.
  • Penyelidikan mengungkap kejanggalan dalam klaim Flynn bahwa seorang penyusup membunuh istrinya, termasuk bukti aktivitas elektronik di rumah yang menunjukkan pergerakan sebelum pembunuhan terjadi.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Mantan kontestan American Idol, Caleb Flynn, resmi dinyatakan bersalah atas pembunuhan istrinya, Ashley Flynn, di kediaman mereka di Tipp City, Ohio, Amerika Serikat. Juri Pengadilan Miami County menjatuhkan vonis bersalah atas sembilan dakwaan, termasuk pembunuhan berencana, penyerangan, dan perusakan barang bukti, setelah bermusyawarah sekitar dua jam pada Selasa (29/9/2026).

Pria berusia 40 tahun itu sebelumnya mengaku kepada polisi bahwa seorang penyusup membunuh istrinya pada dini hari 16 Februari 2026. Ia mengaku sedang tidur di sofa saat kejadian dan menemukan Ashley tewas dengan dua luka tembakan di belakang kepala. Namun, penyelidikan mengungkap kejanggalan: pintu garasi samping dalam keadaan terbuka dengan lemari es yang menghalangi, sementara perangkat elektronik Flynn menunjukkan aktivitas pergerakan di rumah pada jam-jam sebelum pembunuhan, bertentangan dengan klaimnya bahwa ia tertidur.

Jaksa penuntut, Matthew C. Joseph, dalam argumen penutupnya menegaskan bahwa Flynn ingin keluar dari pernikahannya tanpa dicap sebagai suami yang meninggalkan istri. “Menjadi korban memungkinkan dia melakukannya tanpa menjadi suami yang meninggalkan istrinya demi selingkuhan. Sebaliknya, dia akan menjadi suami yang istrinya tragis dibunuh oleh penyusup tak dikenal,” ujar Joseph.

Motif pembunuhan terungkap melalui perselingkuhan Flynn dengan Alleigha Botner, seorang magang berusia 24 tahun di gerejanya. Lebih dari 100.000 pesan singkat antara keduanya diajukan sebagai bukti, termasuk pesan Flynn yang menyatakan kebencian terhadap istrinya dan keinginan untuk membunuhnya. Sehari sebelum pembunuhan, Flynn mengirim pesan kepada Botner: “Aku memilihmu. Aku bebas. Aksi akan datang besok”. Dalam persidangan, Botner mengaku membenci Flynn karena yakin pria itu membunuh istrinya.

Bukti lain yang memberatkan adalah lagu-lagu cinta yang dibuat Flynn untuk Botner menggunakan perangkat lunak kecerdasan buatan (AI). Lirik seperti “Usia tidak pernah penting saat itu kau dan aku” dan “kita menari di tepi kehidupan yang bisa kita pilih” diputar di ruang sidang dan menjadi viral di media sosial. Dua putri Flynn yang berusia 10 dan 12 tahun berada di rumah saat pembunuhan terjadi.

Pengacara Flynn, Patrick Mulligan, menyatakan kliennya tetap tidak bersalah dan berencana mengajukan banding. “Kami sangat menghormati sistem juri, namun kami kecewa dengan hasilnya,” ujarnya. Sementara itu, keluarga Ashley menyatakan vonis ini membawa keadilan, meski tidak dapat mengembalikan sosok ibu bagi anak-anaknya.

Flynn dijadwalkan menjalani sidang pembacaan hukuman pada 5 Oktober 2026 dan terancam hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. Jaksa Paul Watkins meminta publik untuk lebih mengenang Ashley daripada Flynn. “Dunia akan menjadi tempat yang jauh lebih baik jika kita semua hidup seperti Ashley,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....