Disney PHK Ratusan Karyawan, Efisiensi di Era CEO Baru

  • 30 Sep 2026 18:54 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • The Walt Disney Company melakukan PHK gelombang ketiga tahun 2026 dengan menargetkan ratusan karyawan di departemen HR dan IT.
  • Strategi pengurangan biaya operasional ini bertujuan untuk menciptakan ruang investasi bagi pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan.
  • CEO Josh D'Amaro dan CFO Hugh Johnston telah mengkomunikasikan kepada pemegang saham bahwa perusahaan akan terus melakukan evaluasi terhadap pengurangan tenaga kerja dan beban SG&A.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - The Walt Disney Company kembali mengguncang industri hiburan dengan mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap beberapa ratus karyawan. Pemangkasan ini tersebar di berbagai departemen, dengan fokus utama pada divisi sumber daya manusia (HR) dan teknologi informasi (IT). Ini merupakan gelombang PHK ketiga yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun 2026 di bawah kepemimpinan CEO Josh D'Amaro.

Sumber yang mengetahui kebijakan ini menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi biaya operasional dan menciptakan ruang investasi bagi pertumbuhan bisnis. Dalam surat kepada pemegang saham pada Agustus lalu, D'Amaro dan CFO Hugh Johnston menegaskan bahwa perusahaan masih berada di tengah proses efisiensi dan akan terus mengevaluasi berbagai langkah, termasuk pengurangan tenaga kerja dan beban penjualan, umum, serta administrasi (SG&A).

PHK kali ini melengkapi serangkaian pemangkasan yang telah dilakukan Disney sepanjang tahun. Pada April 2026, perusahaan menghapus sekitar 1.000 posisi, terutama di divisi pemasaran yang baru direorganisasi. Kemudian pada Juli, Disney kembali memangkas ratusan pekerjaan di berbagai fungsi korporat, termasuk di Pixar, ESPN, Disney Entertainment Television, dan unit studio. Sebagian besar pemangkasan di sisi studio terjadi di Pixar, sementara di grup televisi mayoritas terkena di National Geographic. Pada Agustus, Disney juga menawarkan paket pensiun dini kepada para eksekutif senior sebagai bagian dari upaya penghematan yang berkelanjutan.

Hingga akhir tahun fiskal 2025, Disney mempekerjakan sekitar 231.000 karyawan penuh dan paruh waktu, dengan sekitar 172.000 di antaranya berbasis di Amerika Serikat. Langkah efisiensi ini mencerminkan tekanan yang dihadapi industri hiburan global di tengah perubahan lanskap digital, perkembangan kecerdasan buatan (AI), penurunan pendapatan box office, dan persaingan yang semakin ketat di pasar layanan streaming.

Dengan pemangkasan terbaru ini, Disney terus berupaya menyesuaikan struktur organisasinya agar lebih agile dan efisien dalam menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....