Sorkin Bantah Reshoot The Social Reckoning karena Trailer

  • 30 Sep 2026 18:54 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Aaron Sorkin menegaskan bahwa reshoot film The Social Reckoning dilakukan untuk penyempurnaan, bukan karena reaksi negatif terhadap trailer.
  • Sorkin membedakan dua jenis reshoot: yang dilakukan karena film bermasalah dan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas film yang sudah bagus.
  • Dalam wawancara dengan Vanity Fair, Sorkin menekankan bahwa tim produksi tidak melakukan perbaikan atas kritik yang muncul setelah peluncuran trailer.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Sutradara Aaron Sorkin membantah bahwa reshoot film terbarunya, The Social Reckoning, dilakukan akibat reaksi beragam terhadap trailer yang dirilis sebelumnya. Ia menegaskan bahwa pengambilan ulang gambar tersebut murni untuk menyempurnakan film.

Dalam wawancara dengan Vanity Fair, Sorkin menjelaskan bahwa reshoot yang berlangsung setelah trailer dirilis tidak terkait dengan kritik awal yang muncul. “Kami tidak memperbaiki apa pun,” ujarnya. Ia menyebut ada dua jenis reshoot: pertama, yang dilakukan karena film dinilai bermasalah, dan kedua, yang dilakukan karena film sudah bagus namun ingin dibuat lebih baik lagi.

Sorkin mengungkapkan bahwa Chairman dan CEO Sony Pictures, Tom Rothman, menawarinya kesempatan untuk melakukan pengambilan ulang jika ada yang ingin diperbaiki. Awalnya Sorkin bercanda ingin menulis ulang dan mengambil ulang seluruh film, namun ia kemudian mengklarifikasi hanya ada dua adegan yang menurutnya bisa ditambahkan sesuatu. “Dia membuka buku cek dan memberi kami tiga hari syuting,” kata Sorkin.

The Social Reckoning merupakan sekuel dari The Social Network (2010). Film ini mengikuti kisah mantan insinyur Facebook dan whistleblower Frances Haugen (Mikey Madison) serta reporter Wall Street Journal Jeff Horwitz (Jeremy Allen White) saat mengungkap cara kerja internal Facebook. Investigasi mereka menghasilkan “The Facebook Files” pada 2021, yang mengungkap dampak buruk Facebook terhadap remaja dan perannya dalam menyebarkan misinformasi, termasuk konten yang terkait dengan kekerasan politik.

Trump Tidak Disebut Namanya

Meskipun latar belakang politik sangat relevan dengan peristiwa nyata yang mendasari film ini, termasuk rekonstruksi kerusuhan 6 Januari, nama Trump tidak pernah disebut secara eksplisit dalam The Social Reckoning. Sorkin menegaskan bahwa keputusan ini bukan karena tekanan pihak lain.

“Saya ingin jelas: saya tidak pernah diminta untuk tidak menyebut nama Trump,” tegasnya. Sorkin mengaku secara sukarela berjanji kepada Tom Rothman bahwa filmnya tidak akan menampilkan atribut kampanye Trump, termasuk slogan “Make America Great Again.” Menurutnya, film ini berfokus pada peran Facebook dalam meningkatnya perpecahan, ekstremisme, dan hiper-partisanship di Amerika Serikat. “Ini bukan soal merah-biru, meskipun jelas akan dirasakan seperti itu,” ujarnya.

Perubahan Dialog karena Alasan Hukum

Sorkin juga mengungkapkan bahwa salah satu adegan yang menampilkan pejabat senior Facebook harus ditulis ulang. Dalam adegan tersebut, tokoh pejabat itu mengatakan, “I don’t know what that bitch thinks she’s doing.” Namun, firma hukum eksternal yang disewa Sony meminta kata kasar tersebut dihapus. “Pengacara berkata, ‘Kecuali Anda bisa menunjukkan bahwa pada suatu waktu seorang eksekutif senior Facebook menyebut mantan karyawan sebagai bitch, Anda tidak bisa melakukan itu.’ Jadi begitulah,” jelas Sorkin.

Screening Terbatas demi Kerahasiaan

Terkait uji tayang, Sorkin menyebut studio memiliki kekhawatiran besar terhadap kerahasiaan film. Uji tayang dilakukan dengan hanya 70 orang di lokasi studio, semuanya adalah karyawan Sony. “Itu bukan sampel polling yang bagus,” tambahnya.

The Social Reckoning dijadwalkan tayang di bioskop pada 9 Oktober 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....