Album Baru Sara Bareilles Ubah Duka Jadi Karya Memukau

  • 01 Sep 2026 04:58 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Sara Bareilles merilis album studio 'Good Grief' setelah menjalani masa absen selama tujuh tahun sejak rilis album sebelumnya.
  • Album ini terinspirasi langsung dari kematian sahabat terbaik Bareilles selama puluhan tahun yang meninggal akibat kanker.
  • Alih-alih menghindar dari tema berat, Bareilles memilih untuk mengangkat kehilangan, kematian, dan perjuangan hidup sebagai inti utama konsep album, menghasilkan sebuah perjalanan emosional yang justru mengangkat jiwa pendengar.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Good Grief, album studio terbaru Sara Bareilles yang dirilis setelah tujuh tahun absen, hadir sebagai persembahan emosional yang lahir dari kepedihan nyata: kematian sahabat terbaiknya selama puluhan tahun akibat kanker.

Alih-alih menghindari tema berat, Bareilles memilih untuk memeluknya — menjadikan kehilangan, kematian, dan perjuangan hidup sebagai inti dari seluruh album. Hasilnya bukan sebuah ratapan yang melelahkan, melainkan sebuah perjalanan yang anehnya mengangkat jiwa.

Album dibuka dengan lagu "Home", yang terinspirasi dari percakapan Stephen Colbert dan Anderson Cooper soal duka yang selama ini dibungkam di meja makan keluarga. Lagu kedua, "Just Kids", adalah surat cinta untuk Chad Joseph — sahabat kampus sekaligus mantan manajer turnya yang telah tiada — penuh dengan detail pahit namun ditulis dengan keberanian yang hampir terasa riang.

Track ketiga, "Still Crying", diproduseri Aaron Dessner dan disusun bukan sebagai balada muram, melainkan sebagai waltz yang terdengar romantis — dengan referensi musik Roy Orbison yang tak terduga.

Album ini juga menyentuh tema lebih luas: perjuangan program bayi tabung dalam "Ladies in Line", kritik atas situasi politik Amerika dalam "Hands Off My Body" dan "Heartland", hingga lagu perpisahan dramatis "Say Leave". Satu kejutan menyenangkan hadir lewat "Nervous Breakdown" — bukan ratapan, melainkan shuffle jazz semi-komedi yang justru terasa seperti perayaan.

Dengan suara mezzo-soprano-nya yang memiliki daya angkat luar biasa, Bareilles membuktikan bahwa duka dan suka bisa berdiam dalam satu napas yang sama. Good Grief bukan hanya album — ia adalah undangan untuk berbagi beban, dan meringankannya bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....