Raygun Ungkap Terapi Bantu Pulih dari Viral
- 31 Agt 2026 13:35 WIB
- Bandar Lampung
Poin Utama
- Rachael Gunn alias Raygun mengakui terapi menjadi kunci penting dalam proses penyembuhan dirinya dari trauma perundungan daring yang dialami setelah pertunjukan breakdance-nya viral di Olimpiade Paris.
- Gunn menyebutkan bahwa pengalaman di Paris kini telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya dan kunci pemulihannya adalah menerima sepenuhnya apa yang telah terjadi serta terus melangkah maju.
- Dokumenter Netflix berjudul Untold Raygun: Breaking Badly akan dirilis pada 1 September dan akan menampilkan cerita lengkap dari Raygun mengenai pengalamannya yang traumatik tersebut.
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Dua tahun setelah gerakan breakdance-nya viral di Olimpiade Paris dan menjadi bahan olokan dunia maya, Rachael Gunn alias Raygun akhirnya buka suara. Ia mengaku terapi menjadi kunci penting dalam proses penyembuhan dirinya dari trauma perundungan daring.
Dalam wawancara terbaru menjelang rilis dokumenter Netflix berjudul Untold Raygun: Breaking Badly pada 1 September, Gunn menyebut pengalamannya di Paris kini telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Ia mengatakan kunci pemulihannya adalah menerima sepenuhnya apa yang telah terjadi dan terus melangkah maju.
Gunn tampil mewakili Australia dalam kompetisi breaking di Olimpiade Paris 2024, namun gaya menarinya yang dinilai tidak lazim membuatnya kalah telak 18-0 di tiga babak melawan lawan-lawannya. Ia sempat menampilkan gerakan bertema Australia, termasuk tarian sprinkler dan lompatan ala kanguru, sebagai bentuk kreativitas dan identitas dirinya.
Alih-alih diapresiasi, penampilannya justru memicu gelombang ejekan di media sosial yang menyebar dengan cepat. Namanya dibahas di berbagai platform hiburan, diparodikan di acara televisi ternama, bahkan disinggung oleh penyanyi Adele di tengah konsernya. Situasi semakin memburuk ketika muncul tudingan konspirasi tanpa dasar bahwa Gunn dan suaminya, yang juga pelatihnya, Samuel Free, melakukan kecurangan agar lolos kualifikasi.
Gunn mengaku sempat merasa seperti terjatuh ke dalam jurang gelap akibat tekanan yang datang bertubi-tubi. Ia menceritakan sempat mengalami serangan panik di Wisma Atlet Paris tak lama sebelum tampil, karena menyadari kemampuan fisiknya jauh berbeda dari peserta lain.
Meski begitu, ia tidak menyesali keputusannya untuk tetap tampil dengan gaya khasnya. Baginya, keberanian untuk menjadi diri sendiri dan tampil beda di panggung dunia adalah hal yang tetap berharga, terlepas dari hasil kompetisi maupun reaksi publik.
Gunn juga menyoroti bagaimana atlet perempuan kerap mendapat sorotan berlebih dibanding atlet pria, baik soal penampilan, bentuk tubuh, maupun performa. Ia menilai hal itu menjadi salah satu faktor mengapa reaksi terhadap dirinya begitu keras dibandingkan atlet lain yang pernah tampil kurang maksimal di ajang olahraga internasional.
Ia berharap kemunculan dokumenter tersebut justru membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk mengenal dan menekuni dunia breaking, bukan sekadar mengenang dirinya sebagai bahan lelucon internet semata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....