Ariana Grande Gugat Hacker Pembobol Musik Rahasianya

  • 29 Jul 2026 14:31 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Ariana Grande mengajukan gugatan hukum terhadap kelompok peretas anonim yang diduga mencuri lagu dan video yang belum dirilis secara resmi.
  • Gugatan didaftarkan pada Senin, 28 Juli 2026 di Los Angeles dengan para terdakwa disebut sebagai 'John Does'.
  • Para peretas diduga melakukan aksi phishing dan peretasan yang menargetkan akun digital fotografer dan produser yang bekerja sama dengan Grande, kemudian menjual konten curian dengan harga tinggi.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Ariana Grande resmi mengajukan gugatan hukum terhadap sekelompok peretas anonim yang diduga mencuri dan menyebarkan lagu serta rekaman video yang belum pernah dirilis secara resmi. Gugatan tersebut didaftarkan pada Senin (28/7/2026) di Los Angeles.

Dalam dokumen gugatan yang ditinjau oleh Variety, para terdakwa yang disebut sebagai "John Does" diduga melakukan serangkaian aksi phishing dan peretasan yang menyasar akun digital milik fotografer serta produser yang bekerja sama dengan Grande. Konten curian tersebut kemudian dijual dengan harga tinggi.

Grande menyebut telah terjadi ratusan kebocoran sejak ia memulai karier musiknya pada 2011. Gugatan itu merinci sejumlah insiden, di antaranya:

  • 2019: Peretas membobol akun Dropbox milik seorang fotografer yang pernah bekerja dengan Grande.
  • 2020: Pelaku meretas perangkat mobile seorang produser dan mengakses master rekaman, demo, serta footage sesi rekaman yang belum dirilis.
  • 2023: Sebanyak 45 lagu yang belum dirilis berhasil dicuri dan disebarluaskan.
  • 2024: Peretas membuat akun Gmail dan nama domain palsu yang menyamar sebagai fotografer, lalu menipu teknisi digital agar mengirimkan foto-foto eksklusif milik Grande.

Melalui gugatan ini, Grande bertujuan mengungkap identitas para pelaku guna meminta pertanggungjawaban atas tindakan yang dinilai melanggar privasi secara serius. Tim hukumnya menegaskan bahwa langkah ini diambil demi melindungi dirinya dan pihak-pihak lain dari praktik serupa di masa mendatang.

Pihak manajemen Grande belum memberikan komentar resmi hingga berita ini ditulis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....