Film Aksi Belgia 'Attack on Paradise' Bikin Penonton Terpukau

  • 27 Jul 2026 11:36 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Film aksi terbaru dari Belgia berjudul Attack on Paradise membuktikan bahwa sinema aksi berkualitas tinggi dapat diproduksi di luar industri Hollywood.
  • Tokoh utama Suleyman, diperankan oleh Saïd Boumazoughe, adalah seorang pemuda yang baru keluar dari penjara setelah mengalami tuduhan palsu selama tujuh tahun.
  • Konflik utama film terletak pada perangkapan Suleyman antara sindikat kriminal internasional dan operasi razia polisi di sebuah gedung hunian pencakar langit.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Film aksi terbaru dari Belgia, Attack on Paradise, hadir sebagai angin segar yang membuktikan bahwa sinema aksi kelas dunia tidak harus datang dari Hollywood. Disutradarai oleh Bob Colaers dan dimotori oleh aktor sekaligus kreator Saïd Boumazoughe, film ini merangkum segala elemen yang membuat penonton terpaku di kursi.

Suleyman, yang diperankan Boumazoughe, adalah seorang pemuda yang baru bebas dari penjara setelah tujuh tahun dikurung akibat tuduhan palsu polisi. Tujuannya sederhana: menemui sang ibu, Fatma, yang tinggal di sebuah blok hunian pencakar langit. Namun sesampainya di sana, ia justru terperangkap di antara dua kekuatan yang saling bertempur — sindikat kriminal internasional yang menjadikan gedung itu markas besar, dan pasukan polisi yang melancarkan razia besar-besaran.

Film ini secara gamblang terinspirasi dari Die Hard dan beberapa judul aksi ikonik lainnya, namun memiliki identitas tersendiri yang kental. Yang paling menonjol adalah keberagaman karakter dan latar belakang budaya — mencerminkan realitas kota Antwerp yang multikultural masa kini.

Dalam perjalanannya melawan puluhan anak buah sang bos kriminal yang dikenal sebagai "Prince" (Achmed Akkabi), Suleyman mendapat bantuan tak terduga dari polisi Yasmine (Clara Claymans), satu-satunya anggota tim SWAT yang masih selamat. Mereka harus menghadapi empat letnan berbahaya: petinju brutal The Lion, mantan tentara anak dari Kongo bernama Minza, penyelundup senjata Albania Tchuko, serta Nikita — yang ternyata adalah mantan kekasih Suleyman sendiri.

Sinematografi Steven Vanvolsem menghadirkan visual memukau dengan palet warna cerah yang kontras dengan latar kumuh gedung pencakar langit. Editing Brian Ent menjaga ritme pertarungan tetap segar dan dinamis, sementara skor musik Maxim Lany dan Jonas Nuttin yang memadukan nuansa elektronik dengan motif serupa azan menguatkan identitas Muslim sang protagonis.

Attack on Paradise bukanlah film tanpa cela — plotnya mengikuti formula yang sudah sangat familiar, dan klimaksnya terasa sedikit kurang menggebu. Namun energi yang konsisten, humor yang halus, dan detail-detail kreatif seperti pintu kendali jarak jauh, kambing peliharaan, hingga adegan duel di atas kasur air, menjadikan film ini jauh lebih dari sekadar tiruan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....