YouTube Kuasai 65% Tontonan VOD Digital Jepang
- 01 Jul 2026 04:03 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Dominasi YouTube di Jepang ternyata jauh lebih besar dari perkiraan banyak orang. Bukan sekadar platform berisi video pendek dan konten santai, YouTube kini menjelma seperti televisi rumahan yang ditonton segala usia, dari anak muda hingga lansia.
Berdasarkan data terbaru ampd Analytics, YouTube menguasai lebih dari 65 persen total jam tontonan video-on-demand (VOD) digital di Jepang sepanjang Mei 2026. Sebanyak 72 juta penonton tercatat menghabiskan total 2,8 miliar jam menonton di platform tersebut, dengan rata-rata 38,5 jam per orang dalam sebulan.
Data ini diperoleh dari dashboard ampd YouTube, alat intelijen streaming besutan ampd Analytics, anak perusahaan Media Partners Asia.
Managing Director ampd Analytics, Sam Yousif, mengungkapkan bahwa pola menonton YouTube di Jepang justru lebih menyerupai televisi konvensional ketimbang media sosial. Konten berdurasi panjang mendominasi, penontonnya tersebar di semua kelompok usia, dan puncak keterlibatan terjadi pukul sembilan malam.
"YouTube tidak sekadar bermain di pinggiran ekosistem layar di Jepang, tetapi sudah berada di pusatnya," ujar Yousif.
Penonton Merata, Tak Hanya Anak Muda
Data tersebut menunjukkan audiens YouTube di Jepang bersifat arus utama dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya generasi muda. Jumlah penonton pria dan wanita hampir seimbang, masing-masing 36,1 juta dan 35,5 juta. Rentang usia penonton pun merata, mulai dari 18 juta penonton usia 10-29 tahun hingga 13 juta penonton berusia 60 tahun ke atas.
Wilayah Kanto tercatat sebagai basis penonton terbesar dengan 32 juta orang, sementara kelompok pendapatan menengah berkisar empat hingga delapan juta yen menjadi segmen ekonomi terbesar.
Berita dan Bisbol Jadi Konten Favorit
Kategori berita dan olahraga bisbol mendominasi daftar tontonan terpopuler. Kanal berita seperti ANNnewsCH, TBS NEWS DIG, dan Nippon TV News memimpin perolehan penonton, mengungguli kanal hiburan oricon.
Di sektor olahraga, PacificLeagueTV, PIVOT, dan SPOTVNOW menjadi favorit baik di kalangan penonton berbayar maupun gratis. Sementara pemegang hak siar seperti DAZN Japan dan JRA juga mencatat performa kuat di segmen penonton gratis.
Untuk kategori hiburan, kanal stasiun televisi mapan seperti oricon, TV Asahi Official, dan Netflix Japan bersanding dengan kreator independen yang tumbuh pesat seperti Honno 1-Fun dan MrFuji.
Konten Panjang Masih Mengalahkan Video Pendek
Temuan ini juga mematahkan anggapan bahwa video pendek telah mengambil alih dominasi konten digital. Video berdurasi panjang menyumbang sekitar 70 persen dari total jam tontonan YouTube di Jepang, sedangkan Shorts dan siaran langsung hanya menyumbang 30 persen secara gabungan.
Puncak penonton terjadi tajam antara pukul 21.00 hingga 22.00, baik pada hari kerja maupun akhir pekan, dengan jangkauan mencapai 50 juta penonton, mencerminkan pola waktu tayang utama (prime time) layaknya televisi tradisional.
Pelanggan Premium Tunjukkan Loyalitas Tinggi
Meski hanya menyumbang 15 persen dari total basis pengguna atau sekitar 11 juta penonton, pelanggan YouTube Premium di Jepang menunjukkan tingkat keterlibatan jauh lebih tinggi. Mereka rata-rata menonton 60 jam per bulan dan menyaksikan video sekitar 50 persen lebih banyak dibanding pengguna gratis yang didukung iklan.
Dashboard ampd YouTube memungkinkan klien menelusuri data secara mendalam, mulai dari gambaran nasional hingga performa satu kanal tertentu, dengan pemilahan berdasarkan usia, jenis kelamin, pendapatan, dan wilayah. Fitur ini juga membedakan pola tontonan pengguna berbayar dan gratis, serta menampilkan irisan audiens YouTube dengan layanan streaming lain seperti Netflix, Disney+, Amazon Prime Video, TVer, dan U-Next.
Dashboard tersebut merupakan bagian dari platform ampd Vision yang telah digunakan oleh operator VOD di kawasan Asia, dengan basis data perilaku pasif yang dipadukan wawancara kualitatif berbasis kecerdasan buatan di sembilan pasar Asia Pasifik. Cakupan layanan ini direncanakan meluas ke Korea Selatan dan Asia Tenggara dalam waktu dekat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....