Sony Music dan Sun Eater Luncurkan Label Lunar

  • 01 Jul 2026 04:04 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Industri musik Indonesia kembali kedatangan pemain baru yang siap menggebrak pasar global. Sony Music Indonesia menggandeng Sun Eater Group resmi meluncurkan label rekaman patungan bernama Lunar, yang dirancang khusus untuk mengembangkan dan mendistribusikan musisi Tanah Air dengan ambisi mendunia.

Label yang secara resmi berbadan hukum sebagai PT Lunar Musik Indonesia ini langsung memulai debutnya dengan tiga nama artis di bawah naungannya, yakni Kecoud, Alee, dan Nandoshi.

Kolaborasi ini menyatukan infrastruktur distribusi internasional milik Sony Music dengan reputasi Sun Eater dalam pengembangan musisi independen. Sun Eater sendiri dikenal luas berkat jejak suksesnya membesarkan nama-nama seperti Hindia, Lomba Sihir, dan Feast, dengan kekuatan utama menjembatani komunitas kreatif akar rumput menuju pasar arus utama.

"Indonesia saat ini menjadi rumah bagi salah satu komunitas musik paling dinamis dan aktif secara digital di dunia," ujar Muhammad Soufan, General Manager Sony Music Indonesia. Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan Sun Eater Group dalam membentuk Lunar memadukan jangkauan luas perusahaannya dengan kurasi kreatif yang autentik dan membumi.

Senada dengan hal itu, Kukuh Rizal Arfianto, pendiri sekaligus CEO Sun Eater Group, menjelaskan bahwa Lunar lahir dari keinginan untuk menciptakan ruang progresif yang menghormati proses pertumbuhan artistik setiap musisi. Menurutnya, kemitraan ini menawarkan yang terbaik dari dua dunia: kelincahan dan ketulusan label indie yang dipadukan dengan jangkauan luar biasa dari pemain global.

Tiga Musisi dengan Warna Berbeda

Ketiga artis yang mengawali perjalanan Lunar ini membawa karakter musik yang sangat beragam. Kecoud, musisi asal Jawa Timur, menciptakan genre yang ia sebut sendiri sebagai Keroncong Hop, perpaduan unik antara hip-hop kontemporer dengan keroncong, genre folk khas Jawa berakar dari pengaruh Portugis.

Namanya mencuat lewat sejumlah karya viral, termasuk lagu "Bad Bunny asli Purwokerto" yang mengadaptasi gaya musik sang bintang Puerto Riko ke dalam nuansa Jawa, serta "Shawty Tjantik" hasil kolaborasinya bersama Crisbe yang telah ditonton 305 ribu kali di YouTube. Saat ini, Kecoud tercatat memiliki 218 ribu pendengar bulanan di Spotify.

Berbeda dengan Kecoud, Alee justru bergabung dengan Lunar tanpa pernah merilis karya secara komersial. Meski demikian, momentum daring yang ia bangun terbilang signifikan. Video proses penulisan lagu berjudul "(Untitled)" yang diunggahnya di TikTok telah ditonton lebih dari 1,2 juta kali dan disukai 221 ribu pengguna, dengan banjir komentar penggemar yang menanti perilisan resmi karyanya.

Sementara itu, Nandoshi, nama panggung dari Ananda Alivia, hadir sebagai musisi pop berbahasa Inggris yang terinspirasi dari Dayglow, LANY, dan NIKI. Sun Eater bahkan menyebut Nandoshi sebagai penerus jejak Reality Club, mantan artis binaan mereka yang sukses membangun basis penggemar lintas negara lewat lagu-lagu berbahasa Inggris.

"Saya ingin musik saya membuat orang merasa dipahami dan tersentuh secara emosional, dan saya sangat antusias untuk bermimpi lebih besar bersama Lunar sambil tetap menjadi diri saya sendiri sebagai musisi," ungkap Nandoshi.

Ke depan, Lunar berencana menambah tiga musisi baru dalam jajaran artisnya hingga kuartal ketiga 2026, dengan fokus pada musik regional yang dekat dengan budaya lokal, artis berbasis daring dengan karakter kuat, hingga genre yang mereka sebut sebagai Halal Pop.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....