FOMO atau JOMO? Gaya Hidup Anak Muda Zaman Sekarang

  • 29 Jun 2026 14:31 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, bandarlampung - FOMO atau JOMO? Gaya Hidup Anak Muda Zaman Sekarang

Di era media sosial yang serba cepat, anak muda saat ini sering dihadapkan dengan dua istilah populer, yaitu FOMO dan JOMO. Kedua istilah ini bukan hanya sekadar tren di internet, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup generasi sekarang dalam menjalani keseharian mereka.

FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yaitu rasa takut ketinggalan tren, informasi, atau pengalaman yang sedang dilakukan orang lain. Sementara itu, JOMO atau Joy of Missing Out justru menggambarkan kebahagiaan ketika seseorang memilih menikmati hidup dengan tenang tanpa harus mengikuti semua hal yang sedang viral.

Fenomena FOMO sangat mudah ditemukan di kalangan anak muda. Misalnya, ketika melihat teman nongkrong di tempat hits, mengikuti konser, membeli gadget terbaru, atau liburan ke tempat populer di media sosial. Banyak orang akhirnya merasa harus ikut agar tidak dianggap ketinggalan zaman. Bahkan, tidak sedikit yang rela mengeluarkan uang lebih hanya demi bisa terlihat “update” di internet.

Media sosial menjadi salah satu penyebab utama munculnya FOMO. Setiap hari, orang melihat postingan tentang pencapaian, gaya hidup mewah, atau aktivitas menarik dari orang lain. Tanpa sadar, hal tersebut bisa memicu rasa iri, cemas, bahkan tekanan sosial. Anak muda jadi merasa hidup mereka kurang menarik jika tidak melakukan hal yang sama.

Namun, di tengah budaya FOMO yang semakin kuat, mulai muncul gaya hidup baru bernama JOMO. Anak muda yang memilih JOMO biasanya lebih fokus pada kenyamanan diri sendiri. Mereka tidak terlalu peduli dengan tren yang sedang ramai dan lebih menikmati waktu secara sederhana, seperti membaca buku, quality time bersama keluarga, atau sekadar menikmati waktu tanpa media sosial.

JOMO juga dianggap lebih sehat untuk mental karena seseorang tidak terus-menerus membandingkan hidupnya dengan orang lain. Mereka belajar bahwa tidak semua hal harus diikuti dan tidak semua tren cocok untuk diri sendiri. Dengan begitu, hidup terasa lebih tenang dan tidak penuh tekanan.

Meski begitu, FOMO sebenarnya tidak selalu buruk. Dalam beberapa kondisi, rasa takut tertinggal bisa menjadi motivasi untuk berkembang dan mencoba hal baru. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang mampu mengontrol dirinya agar tidak berlebihan dalam mengikuti tren.

Pada akhirnya, baik FOMO maupun JOMO memiliki sisi positif dan negatif masing-masing. Anak muda perlu bijak menentukan gaya hidup yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi diri mereka. Mengikuti tren boleh saja, tetapi menjaga kesehatan mental dan kenyamanan diri tetap harus menjadi prioritas utama.




Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....