Tren "Urban Foraging": Mengenal Tanaman Pangan Liar di Lingkungan Sekitar Kita
- 22 Jun 2026 04:31 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Sebuah gerakan unik yang memadukan ilmu botani, kesadaran pangan mandiri, dan petualangan lingkungan tengah digandrungi anak muda perkotaan, yang dikenal sebagai Urban Foraging. Aktivitas ini melibatkan remaja yang menjelajahi taman kota, tepi sungai, hingga lahan kosong di sekitar pemukiman mereka untuk mengidentifikasi dan memanen tanaman liar yang dapat dikonsumsi (edible plants). Dipandu oleh aplikasi pemindai tanaman berbasis AI dan buku saku botani, mereka belajar membedakan antara tanaman beracun dan tanaman liar berprotein tinggi yang selama ini dianggap sebagai gulma pengganggu.
Tanaman liar seperti krokot, sintrong, pegagan, hingga buah kersen yang tumbuh liar di pinggir jalan kini naik kelas menjadi bahan baku utama pembuatan salad estetik atau teh herbal di dapur remaja. Komunitas ini aktif membagikan resep masakan kreatif dari hasil buruan pangan liar mereka di media sosial, menginspirasi anak muda lainnya untuk lebih peduli pada keanekaragaman hayati lokal. Bagi Gen Z, hobi ini memberikan kepuasan tersendiri karena mereka bisa mendapatkan bahan makanan organik segar secara gratis langsung dari alam sekitar mereka.
Selain aspek kuliner, Urban Foraging menjadi media edukasi lingkungan yang sangat efektif untuk menyadarkan anak muda tentang pentingnya menjaga kebersihan tanah dan udara kota dari paparan polusi kimia atau pestisida berbahaya. Mereka menyadari bahwa tanaman liar yang tumbuh di area yang tercemar gas emisi kendaraan tidak aman untuk dikonsumsi, sehingga gerakan ini secara tidak langsung mendorong tuntutan perluasan RTH yang bersih dan sehat. Aktivitas ini mengubah cara pandang remaja terhadap ekosistem kota yang ternyata menyimpan potensi pangan tersembunyi jika dirawat dengan benar.
Para ahli ketahanan pangan mendukung gerakan akar rumput ini sebagai langkah awal yang baik untuk melatih kemandirian pangan lokal di tengah ancaman krisis iklim global. Namun, para pemula tetap diwajibkan untuk selalu mematuhi aturan etika lingkungan, yaitu tidak memanen tanaman secara berlebihan hingga merusak ekosistem asal serta selalu melakukan verifikasi ganda sebelum mengonsumsi tanaman liar baru. Tren ini membuktikan bahwa anak muda perkotaan memiliki kreativitas yang tinggi untuk kembali terhubung dengan alam melalui cara-cara yang inovatif dan edukatif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....