Gulai Paku, Kuliner Tradisional Pesisir Barat Sumbar yang Sarat Nilai Budaya

  • 09 Jun 2026 21:32 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Gulai paku menjadi salah satu kuliner tradisional yang masih populer di masyarakat pesisir barat Sumatera Barat, khususnya di wilayah Pesisir Selatan. Hidangan berbahan dasar pakis ini tidak hanya dikenal karena cita rasanya yang khas, tetapi juga memiliki nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Meski menggunakan bahan utama tanaman pakis, masyarakat setempat lebih mengenalnya dengan sebutan “paku”. Dari kebiasaan bahasa lokal inilah kemudian lahir nama gulai paku yang hingga kini tetap melekat sebagai identitas kuliner daerah.

Gulai paku biasanya diolah dengan santan dan bumbu rempah khas Minangkabau. Dalam beberapa variasi, hidangan ini juga dipadukan dengan bahan pelengkap seperti udang, ikan teri, atau lokan, sehingga menghasilkan cita rasa gurih yang khas.

Selain menjadi menu harian masyarakat, gulai paku juga kerap hadir dalam berbagai kegiatan adat dan acara keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa kuliner tersebut memiliki kedudukan penting dalam kehidupan sosial masyarakat pesisir Minangkabau.

Keberadaan gulai paku juga mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan hasil alam sekitar. Tanaman pakis yang tumbuh liar di area lembap dan perbukitan diolah menjadi makanan yang bernilai gizi dan bercita rasa tinggi.

Sejumlah pemerhati budaya menilai pelestarian kuliner tradisional seperti gulai paku penting dilakukan, terutama di tengah perkembangan kuliner modern. Upaya ini diharapkan dapat menjaga identitas budaya daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Minangkabau kepada generasi muda.

Dengan keunikan rasa dan nilai budayanya, gulai paku tidak hanya menjadi hidangan khas daerah, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang patut terus dilestarikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....