Legenda Saksofon Jazz Sonny Rollins Tutup Usia

  • 26 Mei 2026 20:04 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Dunia jazz internasional berduka. Sosok di balik album legendaris "Saxophone Colossus", Sonny Rollins, telah berpulang pada usia 95 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga melalui unggahan di media sosial, meski belum ada rincian lebih lanjut mengenai penyebab kepergian sang maestro.

Bermain dengan nada berat yang khas, selera humor musikal yang tajam, serta kepiawaian dalam melodi dan harmoni, Rollins selama puluhan tahun diakui sebagai suara jazz yang revolusioner, setara dengan sahabat dan koleganya, John Coltrane. Keduanya pernah menciptakan momen bersejarah dalam duel saksofon di lagu "Tenor Madness" pada 1956.

Pria bernama asli Theodore Walter Rollins ini lahir di lingkungan Harlem, New York. Ia tidak hanya dikenal sebagai improvisator ulung, tetapi juga pencipta lagu-lagu jazz klasik seperti "Airegin", "Doxy", "Oleo", hingga "St. Thomas" – sebuah adaptasi irama calypso yang merefleksikan akar Karibia keluarganya.

Sepanjang kariernya yang dimulai sejak akhir 1940-an, Rollins dikenal eksentrik, termasuk pernah mencukur rambut model Mohawk jauh sebelum mode punk populer. Ia juga dua kali mengambil jeda panjang dari panggung di puncak kejayaannya. Meski demikian, pengabdiannya pada musik diakui dengan berbagai penghargaan tertinggi, seperti Grammy Lifetime Achievement Award, Kennedy Center Honors, hingga National Medal of Arts dari Presiden Barack Obama.

Rollins pensiun dari panggung pada 2012 setelah diagnosis fibrosis paru yang memaksanya berhenti bermain saksofon dua tahun kemudian. Salah satu penampilan terakhirnya di layar kaca adalah sebagai cameo di serial "The Simpsons" pada 2013.

Sosok yang sempat menjadi sorotan karena berlatih di Jembatan Williamsburg, New York, pada masa vakumnya itu meninggalkan warisan musik yang tak ternilai. Sang istri, Lucille, telah lebih dulu berpulang pada 2004. Pihak keluarga menyatakan belum ada rencana pemakaman umum untuk sang "Saxophone Colossus".

"Saya pikir ketika seseorang yang kreatif berakhir, ia berlanjut dalam eksistensi berikutnya. Orang yang spiritual tak merasa bahwa hidup ini adalah segalanya," kenang Rollins dalam sebuah wawancara pada 2009.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....