Ulasan Film 'Forever Your Maternal Animal': Hangout Movie Seni

  • 26 Mei 2026 20:05 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Sekitar separuh perjalanan film "Forever Your Maternal Animal", sebuah pengakuan mengejutkan muncul begitu saja. Dua karakter utama dalam film ini, sepasang saudara perempuan berusia awal dua puluhan, sedang duduk di restoran mal ketika adik bungsu berkata bahwa ia berhubungan seks dengan roh-roh yang mengunjungi kamarnya pada malam hari.

Dengan deskripsi yang begitu detail, pengakuan itu terdengar sangat meyakinkan. Sebelum adegan tersebut, film ini tampak seperti drama tentang keluarga yang sedang dilanda krisis hening. Reaksi kakak perempuan yang bingung dan terkejut pun mencerminkan apa yang dirasakan penonton—yang mulai bertanya-tanya, sebenarnya film apa yang sedang mereka tonton?

Di wilayah ambigu antara realitas, dongeng, dan fantasi itulah letak temperamen film kedua dari sineas Kosta Rika-Prancis, Valentina Maurel. Debutnya yang berjudul "I Have Electric Dreams" (2022) yang meraih penghargaan di Locarno bahkan menjadi perwakilan resmi Kosta Rika untuk ajang Oscar kategori Film Internasional Terbaik.

Tiga Karakter yang Berbenturan

Film ini menghadirkan tiga karakter utama. Elsa (Daniela Marín) adalah pragmatis yang tertutup. Ia sedang cuti dari kehidupannya di Belgia untuk mengunjungi keluarganya di San José—atau setidaknya itulah klaimnya, karena kunjungan itu tampaknya tak kunjung usai.

Di sisi lain, ada Amalia (Mariangel Montero) yang selalu dalam kondisi hipotetis, mengaku tentang kehidupan cintanya, ketakutannya, dan pendapatnya tentang semua orang di sekitarnya. Sementara ibu mereka, Isabel (Marina De Tavira, nominasi Oscar untuk "Roma" karya Alfonso Cuarón), sibuk dengan penerbitan ulang buku puisi yang ia tulis saat berusia dua puluhan.

Ketiga karakter ini saling berbenturan satu sama lain. Baik dalam konflik, candaan, cinta, kekonyolan, maupun hubungan seks, mereka tidak hanya menempati ruang yang sama, tetapi terus-menerus berusaha saling menguasai.

Tanpa Plot yang Kaku

"Forever Your Maternal Animal" memang tidak memiliki plot yang baku. Maurel menulis tiga karakter yang kuat dan khas dengan gaya skenario episodik. Adegan-adegan tidak selalu tersusun secara alami untuk membentuk narasi koheren, melainkan hadir bersama untuk memberikan potret utuh tentang ketiga perempuan ini.

Ada banyak adegan "nongkrong": mengunjungi pengasuh lama yang kini mengalami demensia, pacar pelatih anjing Amalia memasak untuk para saudari, hingga Isabel mengakui sesuatu yang personal kepada sopir taksi. Setiap pertemuan itu mengungkap lebih banyak tentang karakter, menunjukkan cara berpikir dan hasrat mereka.

Sinematografi yang Gelisah

Kamera Nicolás Andrés selalu bergerak dalam close-up atau shot medium ketat. Pergerakan konstan ini mungkin membuat sebagian penonton pusing, namun kegelisahannya menandakan kecemasan dan ketidaknyamanan para karakter, baik terhadap diri sendiri maupun satu sama lain.

Marin menjadi penopang film dengan penampilannya yang penuh sisi keras sekaligus perasaan lembut. Montero memiliki kehadiran yang mudah di layar, melengkapi sifat Marin yang lebih cemas. Sementara sebagai Isabel yang banyak bicara, De Tavira memberikan momen-momen paling lucu sekaligus paling memilukan.

Tayang di Cannes

Film yang tayang perdana di sesi Un Certain Regard Cannes dan memenangkan Penghargaan Aktris Terbaik untuk ketiga pemeran utamanya ini tidak pernah benar-benar menuju ke sebuah wahyu besar atau katarsis. Maurel kurang tertarik pada kejutan naratif dibandingkan pada tekstur emosional.

Meski sesekali terasa seperti larut dalam bentuknya yang tak jelas, akting para pemain dan mata observasional Maurel membuat film ini tetap menarik, bahkan di bagian-bagian yang paling kacau sekalipun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....