Klub Nonton Hadirkan Crocodile Tears di Lampung

  • 23 Mei 2026 12:10 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID., Bandar Lampung - Berdasarkan rilis berita yang diterima RRI Bandar Lampung dari Klub Nonton pada Jumat, 22 Mei 2026, dalam rangka upaya memperluas akses masyarakat terhadap karya sinema Indonesia terus dilakukan melalui berbagai inisiatif kebudayaan di daerah.

Komunitas pengapresiasi film asal Lampung, Klub Nonton, melalui program Bioskop Kuy!, menghadirkan pemutaran film Crocodile Tears sebagai bagian dari ikhtiar mendekatkan film-film Indonesia berkualitas kepada publik di luar pusat-pusat distribusi utama.

Kegiatan ini akan berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026 pukul 19.00 WIB di Studio 6 XXI Mall Kartini, Bandar Lampung, dan merupakan persembahan Klub Nonton yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Pemutaran ini menjadi penting tidak hanya sebagai agenda eksebisi film, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat pemerataan akses kebudayaan, khususnya dalam konteks apresiasi sinema nasional.

Di tengah masih terbatasnya distribusi film-film Indonesia tertentu ke berbagai kota di luar pusat industri, ruang-ruang inisiatif komunitas menjadi jembatan penting agar publik tetap dapat mengakses karya-karya sinema yang memiliki nilai artistik, gagasan, dan pencapaian penting dalam lanskap perfilman nasional.

Film Crocodile Tears, persembahan Tala Media dan E Motion Entertainment, merupakan debut penyutradaraan film panjang Tumpal Tampubolon. Sejak melakukan world premiere pada tahun 2024, film ini menjadi salah satu karya yang mendapat perhatian luas, baik dari publik film maupun ekosistem festival, sebelum akhirnya hadir untuk penonton umum melalui jaringan bioskop mulai 7 Mei 2026 silam.

Namun, distribusi layar film ini belum menjangkau Bandar Lampung. Situasi tersebut mendorong Klub Nonton menghadirkannya melalui program Bioskop Kuy!, yang selama ini dirancang sebagai medium untuk mempertemukan masyarakat dengan film-film Indonesia yang memiliki kualitas artistik maupun relevansi budaya, tetapi belum tentu dapat diakses secara merata di berbagai daerah.

Koordinator Klub Nonton, Nada Bonang, mengatakan bahwa Crocodile Tears dipilih karena merepresentasikan pentingnya memperluas pengalaman menonton publik terhadap karya-karya sinema Indonesia yang memiliki kualitas artistik kuat dan kontribusi penting dalam perkembangan perfilman nasional.

“Crocodile Tears adalah karya yang menunjukkan bagaimana sinema Indonesia terus berkembang dengan pendekatan artistik yang matang, keberanian naratif, dan kualitas pencapaian yang mendapat pengakuan luas. Bagi kami, menghadirkan film ini bukan semata soal pemutaran, tetapi tentang membuka akses budaya yang lebih setara. Ketika karya-karya penting seperti ini belum sampai ke kota kami melalui distribusi reguler, komunitas perlu mengambil peran agar masyarakat tetap dapat terhubung dengan perkembangan sinema nasional,” ujar Nada Bonang.

Ia menambahkan, melalui program Bioskop Kuy!, Klub Nonton ingin menegaskan bahwa film bukan hanya medium hiburan, tetapi juga bagian dari praktik kebudayaan yang mampu membuka ruang dialog, refleksi sosial, serta mempertemukan penonton dengan perspektif dan pengalaman yang lebih luas.

Sejak berdiri pada 2012, Klub Nonton konsisten menjadi salah satu ruang apresiasi film di Lampung yang berfokus pada eksebisi dan literasi film. Dalam lebih dari satu dekade perjalanannya, komunitas ini telah menyelenggarakan puluhan kegiatan yang memutarkan ratusan film karya sineas Lampung maupun sineas Indonesia lainnya.

Kehadiran pemutaran Crocodile Tears melalui Bioskop Kuy! diharapkan tidak hanya memperluas pengalaman menonton masyarakat Lampung, tetapi juga memperkuat ekosistem apresiasi film daerah serta menegaskan pentingnya peran komunitas sebagai bagian dari pembangunan kebudayaan yang inklusif dan merata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....