Puasa Arafah Dianjurkan bagi Muslim yang Tidak Menjalankan Ibadah Haji
- 11 Mei 2026 05:46 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji dianjurkan melaksanakan puasa Arafah pada 9 Dzulhijah karena memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. Hal tersebut disampaikan Ustad Yulianto dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Bandar Lampung, Senin (11/5/2026).
Menjawab pertanyaan pendengar, Ustad Yulianto menjelaskan puasa Arafah tidak harus dilakukan selama 10 hari penuh. Menurutnya, umat Islam justru dilarang berpuasa pada 10 Dzulhijah karena bertepatan dengan Hari Raya Iduladha.
Ia mengatakan puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijah atau sehari sebelum Iduladha. Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah tahun ini, puasa Arafah diperkirakan jatuh pada 26 Mei 2026, sedangkan Hari Raya Iduladha pada 27 Mei 2026.
Menurutnya, puasa Arafah memiliki keutamaan besar karena dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang sebagaimana hadis Rasulullah SAW.
Dalam tausiyahnya, Ustad Yulianto juga menjelaskan bahwa pada tanggal 9 Dzulhijah, jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah yang menjadi rukun utama ibadah haji. Rasulullah SAW bahkan menyebut “Al-Hajju Arafah” yang berarti inti ibadah haji adalah wukuf di Arafah.
Selain menjalankan puasa sunnah, masyarakat juga diimbau memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan meningkatkan kualitas ibadah menjelang Hari Raya Iduladha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....