Kanye West Dilarang ke Inggris, Konsernya Dibatalkan
- 30 Apr 2026 14:35 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Kanye West kembali mencuri perhatian. Namun, kali ini bukan karena panggung megah atau album barunya, melainkan karena larangan masuk ke Inggris.
Pria yang kini dikenal sebagai Ye itu dilarang bepergian ke Inggris menyusul kekhawatiran atas pernyataan antisemitisme yang pernah dilontarkannya. Akibatnya, festival yang sedianya ia headlineni di sana pun dibatalkan.
Larangan ini muncul hanya beberapa hari setelah dua konser Ye di SoFi Stadium, California, sukses terjual habis. Album terbarunya, Bully, juga debut di posisi kedua Billboard 200. Potongan konser yang memperlihatkan Lauryn Hill ikut panggung dan para selebritas menikmati lagu-lagunya menjadi viral.
Dikotomi antara seorang bintang yang dirayakan sekaligus ditolak ini seolah merangkum perjalanan karier Ye selama puluhan tahun.
Kontroversi bukan hal baru bagi Ye. Ia pernah melontarkan pernyataan anti-Black hingga mendukung gerakan MAGA. Pada Januari lalu, ia memasang iklan halaman penuh di Wall Street Journal untuk meminta maaf atas pernyataan antisemitisme dan anti-Black-nya. Ia mengaitkan hal itu dengan cedera otak akibat kecelakaan mobil dan gangguan bipolar yang tidak terdiagnosis.
“Saya bukan Nazi atau antisemit. Saya mencintai orang Yahudi,” tulis Ye dalam permintaan maafnya.
Meski konser di London batal, Ye masih memiliki jadwal manggung di sejumlah negara Eropa seperti Italia, Spanyol, dan Belanda. Namun, ia baru saja menunda konser di Marseille, Prancis, atas keputusan sendiri.
Yassin Alsalman, rapper sekaligus pengajar kursus “Kanye vs Ye: Genius by Design” di Concordia University, menilai bahwa Ye justru menyoroti standar ganda masyarakat. “Kita semua terjebak dalam lingkaran yang sama dengannya, dan itu membuat kita bagian dari masalah,” ujarnya.
Sementara itu, penyanyi Aubrey O’Day yang hadir dalam konser Ye mendapat kritik dari warganet. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa menikmati karya seni seseorang tidak berarti menyetujui setiap opini atau tindakan mereka.
“Saya tidak mendukung kebencian, eksploitasi, atau kekerasan. Dan saya konsisten soal itu,” tulisnya.
Jika mengacu pada sejarah, perdebatan seputar sosok Kanye West kemungkinan besar akan terus berulang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....