Dokter IGD Ungkap Sisi Manusiawi dan Cinta

  • 31 Mar 2026 14:18 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Sejak awal tahun 2026, dr. Gia Pratama merasa popularitasnya sebagai dokter muda kian meningkat. Namun, ia meyakini ketenaran itu sebagai jalan Tuhan untuk mewujudkan misi besarnya: mencegah satu juta orang Indonesia terkena serangan jantung dan stroke. Dalam podcast di kanal YouTube Raditya Dika, ia juga membagikan tips menjaga emosi agar terhindar dari stres pemicu penyakit jantung.

Yang menarik, dr. Gia mengungkap bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah panggung cinta dalam berbagai rupa. Mulai dari pasangan pengamen yang saling memaki dengan sebutan "monyet" dan "kunyuk" tetapi akhirnya berdamai, hingga dua pria pujangga yang baku hantam demi wanita yang sama. Ironisnya, keduanya sadar bahwa mereka sama-sama berada di friendzone.

Ada pula kisin pengorbanan luar biasa dari seorang ayah. Meski mengalami pendarahan otak fatal usai kecelakaan bersama putrinya, ia tetap menggendong anaknya dan meminta dokter mendahulukan sang putri. Sang ayah meninggal setelah memastikan anaknya selamat.

Dari sisi kesehatan reproduksi, dr. Gia menjelaskan konsep "4 Terlalu" (terlalu muda, tua, dekat jarak kehamilan, dan terlalu sering) serta "3 Terlambat" yang wajib diwaspadai. Ia juga berbagi pengalaman pribadi menjalani program bayi tabung dengan teknologi Zymot, yang diibaratkan seperti benteng Takeshi untuk menyaring sperma terbaik.

Menutup diskusi, dr. Gia mengajak pendengar untuk menarik pikiran dari masa lalu dan masa depan ke masa sekarang. "Terlalu lama di masa depan jadi cemas, terlalu lama di masa lalu jadi depresi. Lakukan yang terbaik di detik ini," ujarnya.

Ia juga meninggalkan pesan mendalam: "Love for all, hatred for none. Cinta untuk semua, kebencian bukan untuk siapa pun."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....