Naikila dan Raditya Dika Bicara Tekanan di Balik Panggung
- 31 Mar 2026 11:04 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Naikila membuka suara mengenai perjalanan kariernya usai merilis EP berjudul Centil. Ia mengaku mengalami masa transisi yang tidak mudah saat memutuskan bersolo karier. Tantangan terbesar datang setelah lagu lamanya, "Garam dan Madu", meraih ratusan juta pemutaran. Ia merasa tertekan karena khawatir karya terbarunya tidak mampu memenuhi ekspektasi pendengar yang sudah tinggi.
Tidak hanya soal ekspektasi pasar, Naikila juga menyoroti dinamika dalam proses kreatifnya. Bekerja dengan kekasih sekaligus produsernya, James Adam, menjadi ujian tersendiri. Ia mengakui bahwa memisahkan urusan pribadi dengan profesionalitas di studio rekaman adalah hal yang sangat menantang.
Menanggapi hal tersebut, Raditya Dika menyampaikan sejumlah pandangan berdasarkan pengalamannya di dunia kreatif. Ia menyebut fenomena "second book syndrome" atau tekanan setelah meraih kesuksesan pertama sebagai hal yang wajar terjadi pada seorang seniman. Radit menekankan pentingnya berani beristirahat untuk "hidup" agar mendapatkan inspirasi baru.
"Kadang-kadang kita butuh berhenti sejenak untuk hidup, karena bahan bakar seni itu adalah hidup itu sendiri," ujar Raditya Dika.
Lebih lanjut, Radit juga mengingatkan Naikila yang kini berusia 23 tahun untuk mulai berinvestasi pada kesehatan fisik. Menurutnya, menjaga kondisi tubuh sejak muda adalah kunci agar karier di industri kreatif dapat bertahan panjang.
Sementara itu, Naikila mengungkapkan bahwa ia justru merindukan kritik untuk mengasah kreativitas. Ia merasa berada di zona nyaman justru dapat membuat pikiran "mati" dan tidak berkembang.
Ke depan, penyanyi tersebut sedang mempersiapkan album pertama serta rencana tur bertajuk Tour Centil yang akan menyambangi sejumlah kota, termasuk Kuala Lumpur, Malaysia. Ia juga tidak menutup kemungkinan untuk mengeksplorasi dunia akting di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....