Waspada Text Neck Syndrome, Dokter Sarankan Ini!
- 30 Mar 2026 14:16 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Postur tubuh yang salah saat bermain ponsel ternyata dapat membebani tulang leher hingga 400 persen. Fakta ini menjadi salah satu sorotan utama dalam podcast Raditya Dika bersama dr. Asa Ibrahim, Sp.OT, spesialis ortopedi dan traumatologi, yang membahas tuntas kesehatan tulang serta kebiasaan sehari-hari yang kerap diabaikan.
dr. Asa menjelaskan, ortopedi berfokus pada sistem muskuloskeletal, sementara traumatologi menangani cedera akibat benturan atau kecelakaan. Keduanya kini menjadi satu kesatuan spesialisasi yang krusial.
Pembahasan menarik lainnya adalah seputar Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau saraf kejepit. Dokter Asa menegaskan bahwa sebagian besar kasus dapat sembuh tanpa operasi melalui perbaikan postur, mengurangi kebiasaan duduk lama, serta olahraga penguatan.
Operasi baru menjadi mendesak jika terjadi kelumpuhan kaki atau gangguan buang air besar kecil, yang dikenal sebagai Cauda Equina Syndrome. "Kita harus mengobati orangnya, kita bukan mengobati MRI-nya," tegas dr. Asa, mengingatkan agar pasien tidak terpaku pada hasil foto tanpa melihat gejala klinis.
Membangun kesehatan tulang, menurut dr. Asa, ibarat membangun rumah. Kalsium adalah materialnya, Vitamin D adalah tukang yang menyerap kalsium, dan olahraga beban berperan sebagai mandor yang memadatkan struktur tulang.
"Vitamin D itu seperti tukang bangunan; sebanyak apa pun semen (kalsium) yang kamu punya, kalau tukangnya tidak ada, rumahnya tidak akan jadi," ujarnya.
Puncak kepadatan tulang terjadi di usia 20-30 tahun. Oleh karena itu, olahraga di masa muda bertujuan agar saat kepadatan menurun di usia tua, tulang tetap berada di zona aman.
Kebiasaan menunduk saat bermain gadget memicu Text Neck Syndrome, yang bisa meluruskan lengkungan alami leher dan memicu saraf kejepit di area servikal. Sementara itu, terkait mitos pijat "kretek", dr. Asa memperingatkan agar berhati-hati. Tindakan ini bisa berisiko fatal jika dilakukan pada penderita pengeroposan tulang tanpa diagnosis medis yang tepat.
dr. Asa juga menekankan bahwa faktor stres sangat berpengaruh pada kesembuhan pasien saraf kejepit. Ia pun mengingatkan para orang tua untuk memberi contoh nyata dalam membiasakan anak berolahraga. "Jangan ngomong, tapi perlihatkan," pesannya.
Pemeriksaan kepadatan tulang atau Bone Mineral Densitometry (BMD) disarankan untuk dilakukan sejak dini guna mencegah osteoporosis, mengingat penyakit ini kerap tanpa gejala hingga terjadi patah tulang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....