Jangan Asal Panaskan Ulang! Ini Daftar Makanan Berisiko Jika Dibiarkan Lebih dari 6
- 02 Mar 2026 11:06 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kebiasaan memanaskan ulang makanan sisa masih sering dilakukan masyarakat. Namun, pakar keamanan pangan mengingatkan bahwa makanan yang didiamkan lebih dari enam jam di suhu ruang berisiko tinggi terkontaminasi bakteri berbahaya, meskipun kembali dipanaskan.
Melansir World Health Organization (WHO), makanan matang sebaiknya tidak berada pada suhu ruang lebih dari dua jam karena berada dalam “zona bahaya” pertumbuhan bakteri, yakni antara 5°C hingga 60°C. Dalam kondisi tersebut, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat dan menghasilkan racun yang tidak selalu hilang saat dipanaskan kembali.
Sementara itu, U.S. Food and Drug Administration (FDA) menegaskan bahwa penyimpanan makanan yang tidak tepat menjadi salah satu penyebab utama keracunan makanan. Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan ulang, terutama jika sudah didiamkan lebih dari 6 jam di suhu ruang:
- Nasi
Nasi yang dibiarkan pada suhu ruang dapat terkontaminasi bakteri Bacillus cereus. Bakteri ini mampu menghasilkan toksin yang tetap berbahaya meski nasi sudah dipanaskan kembali. - Telur dan Olahannya
Telur matang, termasuk telur rebus dan orak-arik, mudah terpapar bakteri seperti Salmonella jika tidak segera disimpan di lemari pendingin. - Makanan Laut
Ikan, udang, dan cumi cepat mengalami pembusukan pada suhu ruang. Memanaskan ulang tidak menjamin keamanan jika sudah terlalu lama dibiarkan. - Kentang
Kentang matang yang disimpan di suhu ruang berisiko menjadi media pertumbuhan bakteri, terutama jika dibungkus rapat tanpa pendinginan. - Sayuran Berdaun Hijau
Bayam dan sejenisnya mengandung nitrat alami yang dapat berubah menjadi nitrit saat dipanaskan berulang, terutama jika penyimpanannya tidak tepat.
WHO dalam pedoman keamanan pangannya menyarankan agar makanan matang segera disimpan dalam lemari es dengan suhu di bawah 5°C, serta dipanaskan hingga suhu minimal 75°C sebelum dikonsumsi kembali.
Masyarakat diimbau lebih berhati-hati dalam mengelola makanan sisa. Jika ragu terhadap kondisi makanan yang telah didiamkan berjam-jam, lebih baik tidak mengonsumsinya demi mencegah risiko keracunan makanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....